Kanibalisasi Bahasa Indonesia

Posted: Juli 14, 2010 in Bahasa Indonesia

Orang Sunda kudu Nyunda (Orang Sunda Harus Nyunda),artinya tradisi suku sunda harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata, dalam hal ini saya menyoroti terjadinya kanibalisasi Bahasa Sunda oleh Bahasa Indonesia, dan terjadi juga Kanibalisasi Bahasa Indonesia oleh Bahasa Inggris. Saya bukanlah seorang sukuisme namun saya hanya ingin berjuang mempertahankan warisan leluhur saya agar langgeng hingga akhir zaman.
Ilustrasi/admin (shutterstock)

Ilustrasi/admin (shutterstock)

Kadang aneh, itulah yang saya rasakan, ibu-bapak sehari-hari berkomunikasi dengan bahasa Sunda, namun ketika berbicara dengan anaknya, Bahasa Indonesia lah yang digunakan, ketika beberapa tahun kebelakang di kampung-kampung sosialisasi bahasa Sunda di keluarga masih menjadi faktor utama, namun kini di kampung pun orang tua mengajarkan anaknya dengan menggunakan bahasa Indonesia padahal para orang tua berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda. Akibatnya, anak-anak pun menggunakan bahasa transisi yang mana merupakan bahasa perkawinan silang antara bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda. Dan rasa khawatir itu pun saya temui ketika saya berdialog dengan anak usia 8 tahun namanya Della yang kedua ibu bapaknya orang Sunda, dan anak itu sendiri pun tinggal di Bogor, suatu daerah di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Ibukota, lucu memang tapi membuat saya berpikir dan miris memikirkan gimana ya orang Sunda beberapa tahun kedepan, inilah percapapannya.

Saya : Neng namanya siapa???

Neng : Della om, katanya

Saya : Neng orang mana????

Neng : Bogor Om

Saya : Umh, kalo neng orang Bogor berarti neng orang Sunda dong,”sahut saya

Neng : uh..(mikir dulu bentar) ah ga om, neng mah bukan orang Sunda, neng kan ga bisa bahasa Sunda jadinya bukan orang Sunda Om,”dengan polosnya si anak kecil itu menjawab

Kejadian diatas tetntunya menunjukkan bahwa orang Sunda sedang memasuki masa krisis identitas, yang mana apabila tidak diperhatikan maka akan terjadi kepunahan bahasa Sunda puluhan tahun mendatang. Padahal pemakaian Bahasa Sunda merupakan suatu pengakuan eksistensi dan kebanggaan menjadi orang Sunda yang merupakan salah satu suku terbesar kedua di Indonesia, namun justru orang Sundanya sekalipun malah malu ketika menggunakan bahasa Sunda, apalagi anak mudanya yang menganggap bahasa Sunda itu kampungan, sehingga ketika mereka berkomunikasi terutama dengan lawan jenis, lebih PD bila menggunakan Bahasa Indonesia dibandingkan dengan Bahasa Sunda. Dikarenakan bahasa merupakan salah satu ciri utama dari suatu bangsa, maka saya sebagai orang Sunda menyimpulkan bahwa Bahasa Sunda sedang kritis, dan harus mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan daerah untuk diperhatikan kelestariannya, karena ketika bahasa sunda hilang, salah satu kekayaan Indonesia telah hilang, dimana budaya nasional itu dikatakan sebagai puncak dari kebudayaan daerah, yang mana ketika salah sau komponenya rapuh, maka rapuh jua lah identitas nasional.

Pemakaian Bahasa Indonesia disatu sisi merupakan suatu kebanggaan atas tercapainya persatuan nasional, namun di sisi yang lain menjadi sebuah kekhawatiran terjadinya peralihan pemakaian bahasa, dimana Bahasa Sunda terutama yang kasar menjadi Bahasa Sekunder dan Bahasa Indonesia menjadi Bahasa utama. akibat dari ini semua adalah orang Sunda Kehilangan Eksistensinya sebagai suku bangsa, ketika bahasa Sunda kehilangan eksistensinya, maka hal ini akan menjadi virus yang merambat ke seluruh identitas bangsa ketika bangsa ini menghadapi bangsa lain. Karena kanibalisasi Bahasa ini bukan hanya terjadi di daerah orang Sunda, namun juga hampir di seluruh Nusantara.

Menurut penelitian UNESCO, beberapa bahasa ibu di sejumlah negara akan hilang dalam 100 tahun. Sementara sejumlah bahasa ibu di Indonesia yang sudah hilang, kebanyakan terdapat di Papua, seperti bahasa Bapu, Darbe, Waris, dan sebagainya. Dari hasil penelitian Pusat Bahasa, jumlah bahasa daerah di Indonesia mencapai 462. Sedangkan menurut UNESCO, bahasa daerah di Indonesia sebanyak 746 bahasa. “Jumlah bahasa daerah yang berhasil didata Pusat Bahasa mencapai 462 bahasa di luar bahasa daerah di Papua dan Maluku (Galamedia,19 Februari 2010). Berarti dalam beberapa tahun ke depan, pemakai bahasa Sunda akan berkurang jumlahnya sedikit demi sedikit, apabila dimulai dari sekarang tidak diperhatikan, maka ketika 100 tahun ke depan, ketika angkatan kita sudah meninggal, maka meskipun mereka mengaku sebagai orang sunda tapi isinya kosong, karena pemakaian bahasa Sunda pun mereka sama sekali tidak bisa.

Kanibalisasi ini disebabkan oleh 2 faktor eksternal dan Internal. Faktor Eksternal yaitu :

1. Pemakaian bahasa Indonesia di media cetak dan elektronik, sehingga menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa populer yang mudah dicerna dan memberikan “image” positif bagi pemakainya.
2. Akibatnya orang Sunda menjadi inferior ketika harus berbicara memakai bahasa ibunya, ada kesan menggunakan bahasa Indonesia merasa lebih gaya dan percaya diri.
3. Pengaruh dari publik figur yang mana meskipun berasal dari daerah sunda namun kurang tampak menyirikan kesundaannya, akibatnya para remaja mengikuti tokoh idolanya dan lebih pd apabila menggunakan bahasa Indonesia agar tidak terlihat kampungan

sedangkan fakor Internal disebabkan oleh:

1. Undak-Unduk Bahasa yang sulit dimengerti terutama oleh para pendatang, yang berasimilasi dengan penduduk setempat menyebabkan rasa canggung, akibanya anak-anaknya pun hanya mengerti Sunda Kasar. Undak-Unduk inilah yang terus diperdebatkan oleh para budayawan Sunda, karena sejatinya Undak-Unduk Bahasa ini merupakan pengaruh dari budaya Jawa terhadap Budaya Sunda.
2. Perkembangan Bahasa Sunda yang berjalan di tempat, sehingga menjadikan bahasa Sunda kaku dan tidak fleksibel terhadap kemajuan zaman

Oleh karena itu saya menghimbau terutama orang Sunda untuk tetap memakai dan bangga dengan Bahasa Sunda, dimana kita tetap setia terhadap NKRI.

Penulis :
Wilman Nurzaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s