Arab dan Bahasa Arab

Posted: Juli 14, 2010 in Bahasa Arab

Pernah suatu siang saat terjadi peristiwa agresi Israel ke Palestina, saya chat dengan seorang teman mengenai masalah Palestina-Israel . Saya surprised melihat kegeramannya terhadap Israel dan empatinya yang sangat besar terhadap Palestina. Mungkin kalau dia ada di depan tentara Israel saat itu, bambu runcing akan dia tancapkan ke sepuluh tentara Israel , sehingga si tentara-tentara yang tidak punya nurani itu bisa dibakar seperti sate. Jadi sama-sama kejamlah begitu.

Saya lupa kenapa tiba-tiba per-chatting-an jadi membahas masalah per-araban. Mungkin saat itu kami sedang membahas penyelesaian Palestina. Menurut kami persatuan semua muslim di dunialah yang harusnya bisa menyelamatkan Palestina, terutama sesama negara Arab yang notabennya adalah negara-negara kaya. Dari kata negara Arab inilah sang teman geram. Dia menyatakan ketidaksukaannya terhadap negara-negara Arab atau pun dengan segala sesuatu yang berbau Arab, seperti sorban, janggut, dan tentu saja teman saya ini juga benci bahasa Arab. Menurut beliau, bahasa Arab beda dengan bahasa Al-Quran.

Sekedar sedikit pengetahuan saya tentang bahasa Arab.

Kalau bahasa lain selain Arab mengalami penyempurnaan setelah menjalani perjalanan yang panjang, beda dengan bahasa Arab. Bisa kita berikan contoh seperti bahasa Indonesia yang telah beberapa kali mengalami penyempurnaan. Dimulai dari ejaan Van Ophuisyen, ejaan Suwandi hingga EYD (ejaan yang disempurnakan) tahun 1972.

Contoh lain bahasa Jepang. Tenyata bahasa Jepang sudah mengalami perubahan yang drastis, ini menurut film Samurai yang menceritakan seorang arkeolog yang menemukan jasad utuh seorang samurai yang mati dalam bongkahan es. Ketika si samurai berhasil dihidupkan kembali pada abad modern ini, dia sama sekali tidak dapat berkomunikasi dengan orang Jepang abad sekarang. Jadi kesimpulan saya, bahasa Jepang yang dulu bisa jadi tidak bagus sehingga menghilang, lalu diganti dengan bahasa Jepang yang sekarang.

Bahasa Inggris pun telah mengalami beberapa kali perubahan. Sangat sulit bagi kita membaca teks-teks bahasa Inggris keluaran 300 tahun yang lalu. Itu karena ada banyak kosa katanya yang sudah tidak dipakai lagi.

Kalau bahasa Arab kebalikannya. Dulu bahasa Arab sangat bagus, sehingga sastra menjadi industri yang sangat menjanjikan. Tidak heran dulu di Arab banyak sekali sastrawan. Makanya untuk menundukkan para sastrawan saat itu, Allah menantang mereka untuk mengalahkan bahasa sastra yang ada dalam Al-Quran. Ternyata para sastrawan jenius pada masa itu tidak seorangpun yang bisa mengalahkan bahasa sastra Al-Quran yang begitu tinggi. Itulah salah satu mukjizat Al-Quran, yaitu bahasanya tidak ada yang bisa mengalahkan.

Mungkin itu yang dimaksud teman saya di atas dengan bahasa Arab beda dengan bahasa Al-Quran.

Setelah turunnya Al-Quran, para ahli bahasa Arab mulai memperhatikan segi gramatikal bahasa Arab yang ada di Al-Quran. Lalu dibuatlah aturan tata bahasa Arab berdasarkan tata bahasa yang ada dalam Al-Quran, yang dikenal dengan istilah nahwu dan shorof. Jadi pendeknya, sebelum Al-Quran turun, bahasa Arab tidak memiliki acuan tata bahasa.

Bagaimana dengan bahasa Arab masa kini? Nah, ini juga mungkin yang dimaksudkan teman saya bahwa bahasa Arab berbeda dengan bahasa Al-Quran. Ternyata bahasa Arab yang berkembang saat ini adalah bahasa Arab pasaran. Bahasa pasaran yang disebut juga bahasa Arab Ammiyah, berarti sama dengan bahasa slank atau bahasa pergaulan yang tidak ada aturan tata bahasanya.

Ada cerita dari teman saya yang dulu kuliah di sastra Arab. Pada waktu liburan panjang dia pergi ke Mesir dengan maksud untuk memperlancar bahasa Arabnya. Tapi ternyata di kelas dia malah tidak mengerti perkataan gurunya yang ternyata berbicara dalam bahasa Arab pasaran. Hal serupa juga terjadi pada dosennya yang sedang mengawal delegasi negara Arab pada sebuah KTT di Bandung. Sang dosen akhirnya menggunakan bahasa Inggris untuk mengingatkan pejabat negara Arab itu untuk selalu menggunakan bahasa Arab Fusha , yaitu bahasa Arab resmi yang tata bahasanya mengacu pada Al-Quran.

Kalau banyak orang Islam yang benci bahasa Arab karena tidak suka dengan orang-orang Arab, bukan tidak mungkin bahasa Arab Fusha juga bisa seperti bahasa Jepang. Namun karena Allah menurunkan Al Quran berbahasa Arab,dan Al-Quran dijaga oleh yang membuatnya seperti janji-Nya, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami pula yang akan menjaganya.” (Qs Al Hijr :9), maka kita tidak perlu takut bahasa Arab yang murni akan hilang. Dan tentunya kita masih bisa menikmati bahasa Arab yang indah hingga sekarang.

Sebaiknya memang kita tidak benci bahasa Arab, malah sebaliknya kita jadikan bahasa Arab sebagai bahasa kedua atau ketiga kita setelah bahasa Indonesia dan bahasa ibu kita. Karena dengan menguasai bahasa Arab, akan mempermudah kita mengerti Al-Quran.

Jadi, kapan nih, kita belajar bahasa Arab? Hehehe.

Penulis :
Iswanti Ajah

Komentar
  1. susanto mengatakan:

    EQTC atau Era al-Qur’an Ta’lim Center merupakan Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang memiliki tujuan untuk membangun Indonesia ber-Qur’an dan menciptakan komunitas pencinta bahasa Arab dan Al-Qur’an. Berdiri sejak tahun 2005 dan sudah mendapatkan kepercayaan dari ratusan instansi baik pemerintah maupun swasta serta majelis ta’lim dalam menyelenggarakan berbagai program pendidikan al Qur’an dan bahasa Arab.

    Kini EQTC hadir di Bandung dan Membutuhkan Staff Pengajar (Mu’allim)
    Persyaratan :
    1. Tartil Membaca Al-Qur’an
    2. Mengusai Bahasa Arab
    3. Pengalaman Mengajar (diutamakan)
    Kirimkan segera Surat Lamaran Anda ke Jl.Tata Surya No.59 Margahayu Raya Bandung
    Siapa Cepat dia dapat. Jazakalloh
    Cp. Susanto (0856 2498 2498)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s