Manakah Kamus Bahasa Inggris yang Terbaik?

Posted: Juni 9, 2010 in Bahasa Inggris

Banyak kamus bahasa Inggris dijual di toko-toko buku, mulai dari yang sekelas lapak di Pasar Senen hingga Gramedia dan Periplus. Namun, manakah kamus bahasa Inggris yang terbaik untuk Kompasianer sekalian? Jawaban atas pertanyaan ini tentu sangat bervariasi, tergantung dari usia dan kompetensi bahasa Inggris si pemelajar hingga bidang keilmuan yang diminati. Maka, opini dan pengalaman saya berikut ini sekadar satu dari sekian banyak preferensi.

Pemelajar pemula bahasa Inggris cenderung memilih kamus dwibahasa sebagai langkah awal. Nah, di Indonesia umumnya kita mengunggulkan kamus “klasik” dwibahasa Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris susunan Echols-Shadily, terbitan Gramedia Pustaka Utama. Kamus ini biasa juga lazim disebut “kamus pelangi” di kalangan penjual buku bekas eks-Kwitang. Sayangnya, kamus yang telah berkali-kali dicetak ulang oleh penerbit GPU ini tampaknya harus segera direvisi. Salah satu kritik terbaru, misalnya, dilancarkan Kasijanto Sastrodinomo di harian Kompas, 19 Februari lalu. Saya sendiri menilai banyak sekali definisi dan contoh kalimat yang dipaparkan dalam kamus ini memakai kosakata arkais (outdated). Bahkan, ada satu grup Facebook bernama “Kamus Echols and Shadily – A Magical Mystery Tour of Weird Words” yang menganggap kamus ini sebagai “a freaky selection of useless and bizarre vocabulary“.

Selain kamus Echols-Sadily, saya sempat berpikir tidak ada kamus dwibahasa lain yang cukup “otoritatif” dan layak dijadikan pegangan. Meski begitu, setidaknya sejak 2004 khazanah kamus dwibahasa semakin diperkaya dengan kehadiran sebuah kamus lain. Namanya A Comprehensive Indonesian-English Dictionary karangan Alan M. Stevens dan A.Ed. Schmidgall-Tellings. Di Indonesia kamus ini diterbitkan oleh Mizan dengan nama Kamus Lengkap Inggris-Indonesia. Ulasan yang berhasil saya temukan datang dari Remy Sylado dan Warief Djajanto Basorie. Sejujurnya, saya tidak pernah mengecek isi kamus ini. Akan tetapi, jika kamus ini hanya berisikan terjemahan kosakata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, maka kamus ini justru lebih cocok dipakai orang-orang non-Indonesia yang tertarik belajar bahasa Indonesia!

Saya kira dua kamus di atas baik. Yang jelas-jelas payah adalah kamus-kamus dwibahasa “ecek-ecek” yang memakai embel-embel “Kamus Lengkap 10 juta, 200 juta, 500 juta, 1 milyar, 5 milyar”. Isinya sama sekali tidak komprehensif, kredibilitas penerbitnya pun patut diragukan. Kompasianer, jangan pernah membeli kamus semacam itu! :-))

Ada saatnya ketika kamus dwibahasa pun tidak sanggup mengantarkan kemampuan bahasa Inggris kita ke tingkat yang lebih tinggi. Nah, pada tahap ini seorang pemelajar harus berani beralih ke kamus ekabahasa, kamus Inggris-Inggris. Saya mengambil keputusan itu sewaktu kelas 2 SMP, kalau tidak salah.

Di sini kita berhadapan dengan penerbit-penerbit internasional yang namanya sudah mendunia. Sebut saja Oxford University Press, Cambridge University Press, Chambers, HarperCollins, Longman, Macmillan, Merriam-Webster, Houghton Mifflin (yang menerbitkan The American Heritage Dictionary of the English Language), dan lain-lain.

Nah, tentang kamus ekabahasa ini, akan saya uraikan lebih lanjut pada tulisan berikutnya …. Sekarang, cerita-cerita dong, kamus bahasa Inggris manakah yang telah kamu miliki? Apakah ada keunggulan dan kelemahan dari kamus tersebut?

Penulis:
Hireka Eric

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s