Belajar Bahasa Inggris? Pakai Kamus Pemelajar!

Posted: Juni 9, 2010 in Bahasa Inggris

Di tulisan sebelumnya, saya menjelaskan perihal kamus dwibahasa sebagai langkah awal bagi seorang pemelajar pemula bahasa Inggris. Sekarang, saya akan menjelaskan perihal kamus pemelajar. Kamus pemelajar adalah keniscayaan bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya ke tingkat yang lebih mahir.

Mengapa Harus Kamus Pemelajar Lanjutan (Advanced Learner’s Dictionary)?
Contoh kamus standar dan kamus pemelajar.

Di antara sekian banyak kamus yang tersedia, jenis kamus manakah yang layak kita beli sebagai investasi ilmu? Beberapa orang yang memang sangat ahli berbahasa Inggris mungkin lebih menyukai kamus standar. Tetapi, sebagai seorang pemelajar, sampai hari ini saya masih memakai kamus pemelajar lanjutan (advanced learner’s dictionary). Apa maksudnya advanced learner’s dictionary? Wikipedia mencatat, kamus pemelajar adalah “a dictionary written for non-native speakers. It differs from a standard dictionary written for native speakers or linguistic scholars”. Singkatnya, kamus pemelajar didesain secara khusus untuk mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

Salah satu perbedaan paling mencolok antara kamus pemelajar dan kamus standar adalah penggunaan kosakata untuk mendefinisikan suatu lema. Kamus pemelajar sedapat mungkin memakai kata-kata mudah dan sederhana. Sebagai contoh, saya memiliki dua kamus ekabahasa: (1) The Merriam-Webster Dictionary dan (2) Oxford Advanced Learner’s Dictionary (7th edition). Yang pertama adalah kamus standar dan yang kedua adalah kamus pemelajar.

Kata “sumptuous” (adj.), misalnya. Definisi dalam kamus:

* (1) = “lavish, luxurious”
* (2) = “very expensive and looking very impressive”

Contoh lain, kata “gargantuan” (adj.). Definisi dalam kamus:

* (1) = “tremendous in size, volume, or degree”
* (2) = “extremely large”

Tampak jelas bahwa kosakata dalam kamus (2) tidak sesukar dalam kamus (1). Sebaliknya, pemelajar yang belum mengenal kata “lavish” dan “tremendous” terpaksa membolak-balik halaman kamus (1) sebelum menemukan arti kata “sumptuous” dan “gargantuan”. Jelas, inefisiensi semacam ini menyulitkan pemelajar.

Baiklah. Sekarang, kamus pemelajar apa saja yang tersedia? Beberapa dari antara mereka adalah sebagai berikut [daftar diurutkan secara alfabetis, ilustrasi ditampilkan menurut edisi terbaru].

1. Cambridge Advanced Learner’s Dictionary (edisi ke-3, 2008) terbitan Cambridge University Press
2. Collins COBUILD Advanced Dictionary (edisi ke-6, 2009) terbitan HarperCollins
3. Longman Dictionary of Contemporary English (edisi ke-5, 2009) terbitan Longman
4. Macmillan English Dictionary for Advanced Learners (edisi ke-2, 2007) terbitan Macmillan
5. Merriam-Webster’s Advanced Learner’s English Dictionary (edisi ke-1, 2008) terbitan Merriam-Webster
6. Oxford Advanced Learner’s Dictionary (edisi ke-8, 2010) terbitan Oxford University Press

Saya memang tidak bisa membandingkan keenam kamus di atas secara komprehensif, karena cuma kamus nomor 6 yang saya miliki. Maka, jika ada Kompasianer yang mempunyai salah satu dari enam kamus di atas, atau bahkan kamus ekabahasa lain, sangat diharapkan menceritakan fitur-fitur unggulan kamus yang dimiliki.

Saya baru menemukan beberapa tinjauan banding (comparative review) yang tampaknya cukup andal. Salah satunya berjudul “Comparative Review of Dictionaries for English Learners” oleh Tomasz P. Szynalski (tanggal posting tidak diketahui, tetapi kemungkinan pada tahun 2009). Dalam tinjauan terhadap 5 jenis kamus yang berbeda (dengan salah satu kamus hanya berbeda edisi), si peneliti menyimpulkan bahwa untuk pemelajar British English, kamus yang terbaik hingga yang terburuk adalah Longman, Collins (edisi ke-5)/Oxford, Cambridge, dan Collins (edisi ke-6). Sementara itu, kamus untuk American English yang terbaik hingga yang terburuk adalah Longman, Oxford, Cambridge/Collins (edisi ke-5), dan Collins (edisi ke-6). Meski demikian, tentu saja ulasan ini hanyalah salah satu dari beberapa tinjauan yang bisa dipakai.

Dua tinjauan banding pada tahun-tahun sebelumnya masing-masing berjudul (1) “Review of Five English Learner’s Dictionaries on CD-ROM” (Alfonso Rizo-Rodríguez, 2008) dan (2) “Advanced Learner’s Dictionaries Comparative Review” (Alex Case, 2003). Tinjauan (1) lebih menitikberatkan pada versi piranti lunak (software CD) yang diterbitkan bersama-sama dengan versi cetaknya. Tinjauan ini tampak sangat ilmiah. Sementara itu, tinjauan (2) bersifat lebih ringan dan terbatas pada MacMillan dan Cambridge. Namun, karena tinjauan itu dilakukan pada tahun 2003, sedangkan kedua kamus itu sudah mengeluarkan edisi yang lebih baru, kita tidak bisa menerima mentah-mentah tinjauan ini.

Penulis :
Hireka Eric

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s