Weasel Words alias Pepesan Kosong

Posted: Juni 2, 2010 in Bahasa Inggris

Ada suatu ungkapan untuk menggambarkan suatu berita yang menghebohkan tetapi ternyata setelah dikaji lebih jauh ternyata nilainya kosong melompong alias nol besar. Dalam kiasan bahasa kita disebut ‘pepesan kosong’ dan dalam bahasa Inggris dinamakan weasel words. Weasel adalah sejenis hewan mengerat (rodent) yang mempunyai hobi menikmati telur unggas dengan caranya yang unik. Dibuatnya lubang kecil pada cangkang telur itu kemudian disedotnya isi telur itu sampai bersih. Jadi orang yang melihat sepintas telur itu nampak seperti utuh,padahal sesungguhnya orang itu sudah tertipu. Weasel words adalah strategi yang dipakai para pakar komunikasi untuk memengaruhi orang di bidang politik, periklanan, hukum dan sebagainya.

Di dunia perpolitikan, weasel words ini disebut pula dengan spin. Di dalam bahasa kita ada juga padanannya yaitu ‘pelintiran’. Caranya bisa bermacam-macam antara lain dengan mengambil data yang menguntungkan dirinya saja dan membuang data-data yang dipandang merugikan dirinya. Akibatnya tentu kita akan mendapat gambaran yang bias dan menyesatkan dari pernyataan itu. Cara seperti ini dinamakan cherry picking dan kurang lebih maknanya sama dengan ‘tebang pilih’. Yah, kalau orang memetik buah ceri pastilah akan diambil yang bagus-bagus dan yang segar saja. Sudah sedemikian lazimnya spin ini dipakai dalam bahasa para politisi sehingga mereka diberi nama spin doctor. Mungkin kalau di wacana bahasa kita bisa disebut ‘dukun pelintir’. Predikat spin doctor juga ditempelkan pada para juru bicara pemerintah yang dengan piawai memilah berita yang menguntungkan pemerintah dan ’menyensor’ berita-berita yang mengancam pencitraan.

Contoh dari weasel words misalnya pernyataan Sebagian besar orang menyatakan….. (orang yang mana?), hasil penelitian para pakar meneguhkan bahwa …….. (penelitian dan pakar yang mana?), sudah tidak diragukan bahwa ……. (siapa yang tidak meragukan itu?), kita semua mengakui bahwa ……. (kita semua itu siapa saja?), pengalaman membuktikan bahwa …………..(pengalaman siapa dan kapan dibuktikan?) dan sebagainya. Termasuk di dalam kategori weasel words ini adalah pernyataan anecdotal. Jangan keliru! Pernyataan anekdotal ini tidak merujuk kepada cerita hikayat binatang yang sering bersifat jenaka, namun dia justru berkonokasi sebagai ’pernyataan yang menyesatkan’. Dalam wacana bahasa kita sering diungkapkan dengan pembuka kalimat Kata orang….. Kata orang ramuan daun ini dapat menyembuhkan penyakit kanker atau Kata pakar kedokteran gelombang elektromagnetis dari HP dapat menyebabkan kanker otak. Karena dimulai dengan ’kata orang’ tentu pendengarnya tidak bisa mengecek atau memverifikasi siapa orang yang dimaksud dan seberapa sahih penelitiannya. Kita memang cenderung menerima bulat-bulat pernyataan anekdotal ini sekalipun seringkali kita menyadari ada sesuatu yang bias disitu.

Cara lain dari weaseling misalnya dengan membuat generalisasi ( Kakek saya perokok berat tapi beliau meninggal pada usia 92 tahun ) atau menggunakan kalimat pasif ( Yah memang telah terjadi penyimpangan…… , siapa yang melakukan penyimpangan ini sengaja ditutupi) atau taktik non-denial denial. Ini adalah taktik menyanggah suatu pernyataan dengan cara membuat pernyataan yang mengambang. Istilah ini diciptakan pada saat meledaknya kasus Watergate dimana para pejabat harus menyanggah tudingan skandal Watergate dengan cara yang tidak menjadi bumerang kepada dirinya di belakang hari. Ungkapan itu antara lain misalnya : Ini pertanyaan yang menggelikan…, atau terhadap isu korupsi ada pernyataan Satu senpun saya tidak menerima uang dari bapak A (pernyataan ini ’benar’ karena dia tidak menerima uang tapi menerima hadiah rumah misalnya). Atau pernyataan ’beken’ dari presiden Bill Clinton pada saat skandal Monica Lewinski meledak yaitu Saya tidak melakukan hubungan seks dengan dia (memang benar, karena dia ’cuma’ melakukan oral sex).

Penulis :
Gustaf Kusno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s