Tantangan dari Guru Bahasa Indonesia

Posted: Mei 24, 2010 in Bahasa Indonesia

Hampir rata-rata guru akan menyuruh siswanya untuk rajin membaca. Karena membaca adalah jendela dunia ya… saya kok lupa alasannya tapi kira-kira begitulah supaya ngga dianggap kuper. Tetapi akan menjadi aneh jika berada di lingkungan kuper yang tidak suka membaca … akan dianggap sebagai kutu buku…maklum deh belum ada Kompas muda….dan karena cara berfikir saya yang salah saya tidak pernah benar-benar membaca untuk bisa menceritakannya kembali jadi hanya sekedar tahu saja untuk diri saya sendiri yang dengan segera saya bisa lupa…

Untuk mengajar membaca, guru SMA saya mengunci kami di perpustakaan dan tentu ada saja selalu ada cara untuk kabur ke kantin …. dosen saya memberi tugas yang mengharuskan kami untuk ke perpus pasca sarjana, karena dianggap dewasa bisa menentukan pilihan dan dianggap mempunyai kesadaran untuk menyelesaikan tugas … dosen saya tidak perlu mengunci perpustakaan seperti yang dilakukan guru saya hanya ada dua pilihan… selesaikan atau mengulang lagi sampai lulus dalam kuliah tersebut…xi..xi…

Guru fisika saya, membanggakan adiknya yang diwajibkan guru saya untuk membaca beberapa surat kabar dalam sehari sehingga adiknya bisa menghapal banyak tokoh dan mengetahui banyak kejadian dan menjadi seorang yang sukses. Jika alasan tidak bisa membaca karena tidak punya uang untuk membeli buku maka guru Bahasa Indonesia saya menantang kami untuk membaca di toko buku sampai di usir oleh karyawannya.

Sejak saat itu saya dan seorang teman mencoba ke toko buku dan membaca selama mungkin tetapi tetap saja kami selalu kalah…. Paling banter hanya ditegur supaya tidak membaca sambil jongkok … jadi ya harus tahan berdiri deh.. tidak seperti sekarang dibuat betah dengan dilengkapi tempat duduk dan kafe …apalagi koleksi buku semakin bagus saja ada buku-buku impor yang bagus-bagus, kalo begini sih, kayaknya ngga bakalan diusir ….

Di toko buku itulah saya berkenalan dengan buku-buku lain yang tidak melulu mengenai pelajaran seperti yang ada diperpus sekolah kami yang kecil… yang menarik kami adalah buku-buku bahasa asing, buku cerita, religi, dan psikologi popular dan tokoh-tokoh … semakin saya sering membaca seperti yang guru saya bilang saya akan bisa memilih buku yang bagus, dan bisa membaca cepat… dan satu buku yang saya beli adalah berfikir positif yang ditulis Norman Vincent Peale, dan setelah itu judul-judul lain …

Karena satu buku tersebut, papa saya menyukainya dan sejak itu kami mulai membeli buku tetapi saya merasa pilihan saya selalu lebih baik ha..ha.. karena saya bisa betah di toko sebelum membeli, don ‘t judge the book from its cover ha…ha… dan jika ada buku bagus kami akan saling mereferensikan buku tersebut ke keluarga dan tetangga. Dan ada satu buku yang sangat berpengaruh dalam kesehatan papa saya yang direferensikan dan dikirimkan oleh om saya tetapi sayangnya beliau tidak lakukan adalah buku senam lima gerakan. Karena ini sangat bermanfaat dan sangat terbukti, papa saya sampai meng-kopy buku tersebut dan memberikan hampir kepada semua orang yang dirasa perlu dan untuk orang-orang terdekat papa saya secara langsung akan memperagakannya. Kadang karena kami terlalu bersemangat jika ada buku bagus yang selesai kami baca, kami tidak akan segan untuk memberi… (sebenarnya maksudnya adalah meminjamkan tapi kok ….sekarang saya baru sadar entah kemana saja buku saya kok banyak yang tidak ada dan kami tidak tahu apakah buku tersebut dibaca atau tidak… sepertinya mereka lebih baik diceritakan saja….makanya nih lagi belajar juga jadi pembicara…biar bisa kayak Pak Mario…xi..xi

Kakak saya yang pertama memang sudah suka membaca lebih dulu tetapi bacaannya adalah bacaan berat. Sedangkan buku-buku yang saya pilih adalah buku dengan bahasa yang sederhana dan disertai dengan contoh maklum deh… IQ pas-pas an. Kalau kakak saya pertama memilih buku seven habbit dengan bahasa yang berat saya memilih buku seven habbit for teenager yang bahasanya ringan dan bisa saya pahami dan mama saya juga bisa membacanya. Dan saat saya memilih penulis Norman Vincent Peale, dengan judul yang sama kakak saya memilih penulis yang lain… saya baru ngeh … saat kami pulang dari kuliah dan membereskan buku-buku dalam rak.

Demikianlah pengaruh sekolah yang kami bisa bawa pulang… terima kasih ibu/bapak guru dan maaf rekornya sampai sekarang belum terpecahkan … tapi saya punya pengalaman diberi bel peringatan oleh perpus kampus karena perpus mau tutup lho bu… itu bukan karena kelamaan baca sih tetapi karena perpusnya mau tutup …he… he.. kalau itu tidak dianggap curang maka rekor sudah terpecahkan ya bu…

Penulis :
Yunita Ruth

Komentar
  1. yusdin mengatakan:

    saya mempunyai masalah tentang penggunaan bahasa indonesia pada posting blog saya ,saya sudah berusaha menggunakan bahasa indonesia yang dan benar tapi masih belum baik dan benar jika di artikan atau di translate ke bahasa negara lain ,mengapa hala itu bisa terjadi ? .saya ingin bahasa pada posting dapat terbaca dan di mengerti oleh negara lain ,
    saya minta tolong, apa solusi yang tepat untuk mengatasi masalah saya.

  2. yusdin mengatakan:

    saya mempunyai masalah tentang penggunaan bahasa indonesia pada posting blog saya ,saya sudah berusaha menggunakan bahasa indonesia yang dan benar tapi masih belum baik dan benar jika di artikan atau di translate ke bahasa negara lain ,mengapa hala itu bisa terjadi ? .saya ingin bahasa pada posting dapat terbaca dan di mengerti oleh negara lain ,
    saya minta tolong, apa solusi yang tepat untuk mengatasi masalah saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s