Bahasa Inggris di Indonesia

Posted: Mei 24, 2010 in Umum

Di tengah perkembangan ekonomi bangsa yang konon katanya terus membaik, investasi di Indonesia cukup laik buat di lirik. Berbagai perusahaan asing menjamur di Indonesia. Tentu ini akan membuka banyak lowongan kerja baru yang sungguh menggiurkan. Namun, syarat untuk masuk ke dalam lowongan tersebut adalah harus menguasai bahasa inggris! Dengan label “ini jaman globalisasi” bahkan perusahaan lokal pun turut demikian.

Lantas tercetaklah fenomena harus menguasai bahasa inggris di mayoritas rakyat Indonesia. Menurut teman saya, bapak saya, ibu saya, kakek nenek moyang saya, dan lain sebagainya bahwa penguasaan bahasa inggris itu sangat menjanjikan sering kali terdengar. Batu loncatan untuk memperoleh pekerjaan adalah harus menguasai bahasa inggris, tanpa itu kita hampir dapat dipastikan akan tersingkir. Dituntutlah kita untuk menguasai bahasa itu di negeri sendiri.

Saya pun segera melirik kata “adaptasi.”

Mungkin secara sederhana saya mengatakan, adaptasi adalah bagaimana menyesuaikan terhadap habitat, apabila ada perubahan maka faktornya habitat tersebut.

Jika kita kaitkan kata “adaptasi” dengan perusahaan tadi, maka perusahaan tadi sudah seharusnya menyesuaikan dengan habitatnya yakni Indonesia, dimana bahasa Indonesia berkuasa.

Apa anda pernah mendengar perusahaan Indonesia di luar negeri untuk masuk ke dalam lowongan tersebut orang asing harus menguasai bahasa indonesia?

Tentu tidak! Karena memang bukan sebaliknya, seperti yang sempat terlanjur terjadi. Kok malah kita yang menyesuaikan dengan kehadiran perusahaan-perusahaan asing tersebut.

Layakkah kita dapat dipastikan akan tersingkir karena tidak menguasai bahasa itu di negeri sendiri? layakkah ada keharusan menguasai bahasa inggris? Tentu sebenarnya tidak layak!

Dan temanku berujar, dengan label “ini jaman globalisasi” bukankah bahasa Inggris berkuasa jika habitatnya dunia? Apalagi mereka negara maju.

Saya pun segera melirik Mantan Menteri Pendidikan Nasional, kira-kira begini kata Bambang Sudibyo.

“Pergeseran kekuatan dalam banyak aspek kini sedang merambat dari barat ke timur, termasuk di dalamnya Indonesia. Sehingga bahasa Indonesia pun memiliki potensi jadi bahasa internasional”

Perkataan beliau pun bukan hanya ilusi belaka. Ada sekitar 168 institusi dari 58 negara yang mengajarkan bahasa Indonesia, khususnya di Perguruan Tinggi. Bahkan di beberapa negara itu, bahasa indonesia sudah masuk kurikulum pendidikan.

Yang amat disayangkan, mayoritas Indonesia tidak satu suara. Walaupun mereka merambat ke sini, kita merambat ke sana. Sama aja dengan nol!

Memang sih terlihat sepele, kan cuma bahasa. Tapi dia perlahan tapi pasti menghantam berbagai faktor lain. Lihat, harus menguasai bahasa inggris itu sudah terlanjur terjadi bertahun-tahun di negeri ini, apa ada suatu perubahan? Malah kita terus digerogoti asing, kita tidak pernah maju. Sangat mungkin ini salah satu faktornya, selalu ikut “katanya” bukan “kata kita.”

Kita selalu menggunakan cara yang sama maka jatuhlah ke lubang sama. Barat masih dan terus dianggap raja, apa pun yang ada di sana terlihat begitu agung. Mereka terus belajar menundukkan kita di saat kita tak pernah mau tegak. Jadi hal yang wajar mereka terus maju! Kita tak ada usaha untuk mengalihkannya. Nasionalisme, cinta tanah air, dan lainnya di mayoritas rakyat Indonesia hanya di mulut saja, retorika belaka!

Penulis :
Patricksamosir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s