Tentang Jepang (1): Sakura

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Jepang

Di penghujung bulan ini, saya membayangkan pohon-pohon Sakura di seantero negeri Matahari Terbit yang biasanya paling sumringah di awal April itu tentu sudah berganti rupa. Bunganya yang bermekaran warna warni mungkin sudah habis, rontok dan diterbangkan angin, digantikan oleh rimbun dedaunan hijaunya yang akan terus bertahan melewati musim panas, sampai tiba saatnya kembali rontok di musim gugur nanti.

Tiap tahun, setelah musim dingin berlalu & mulai beralih ke musim semi, orang Jepang selalu menantikan saat bunga sakura mulai berkembang. Sakura bermekaran adalah perlambang harapan baru, awal yang baru setelah melewati hari-hari musim dingin yang beku kelabu. Proses mulai dari kuncup, mulai terbuka, sampai benar-benar mekar sempurna, selalu diikuti dengan seksama. Tidak jarang orang-orang Jepang mengabadikan proses itu dengan memotretnya setiap hari.

Di mana-mana taman-taman dipenuhi orang yang ber-”hanami” (’hana‘ = bunga, ‘mi‘ dari kata ‘miru‘ = melihat). Hanami adalah kebiasaan piknik beramai-ramai di bawah deretan pohon sakura, menikmati keindahannya bersama keluarga atau pun teman, sambil makan-makan, barbecue-an, minum sake, bahkan berkaraoke.

Ramai, berisik… sampai ada yang bilang, “Ini sih bukan hanami lagi, tapi hitomi…” (hito = orang).

Di taman-taman tertentu yang jadi tempat favorit untuk hanami, orang harus mengetek tempat, tak jarang menggelar tikar sejak subuh supaya kebagian, karena taman akan dipenuhi oleh orang-orang yang berpiknik plus aneka stan makanan, penganan, dan mainan anak-anak.

Orang-orang asing yang bermukim di sana, termasuk orang Indonesia, tak ketinggalan ikut meramaikan hanami yang menjadi ajang silaturahmi. Biasanya menunya adalah macam-macam makanan khas Indonesia, seperti sate dan teman-temannya. Yang juga menjadi ‘menu’ wajib adalah ramai-ramai menari poco-poco, yang kemudian selalu berhasil menarik peminat orang-orang Jepang untuk ikut berpoco-poco di bawah pohon Sakura.

Bunga atau tepatnya pohon Sakura sendiri sangat unik. Jenisnya yang sampai berjumlah ratusan, mengalami siklus sepanjang musim semi (haru), musim panas (natsu), musim gugur (aki), dan musim dingin (fuyu).

Setelah daunnya rontok saat musim gugur dan tetap ‘gundul’ di musim dingin, saat memasuki musim semi yang mula-mula keluar adalah bunganya yang cantik, berwarna antara putih sampai berbagai nuansa pink.

Usia bunga ini relatif singkat, umumnya hanya sekitar 2 minggu, setelah itu mulai rontok. Bersamaan dengan mulai rontoknya bunga Sakura, daun-daun hijau bermunculan dan kemudian tumbuh subur menggantikan si bunga. Hanya daun inilah yang bertahan sepanjang sisa musim semi dan musim panas, baru kembali mulai rontok saat musim gugur. Begitu siklus terus berputar.

Masa hidup bunga Sakura yang sangat singkat ini punya makna tersendiri di benak orang Jepang, khususnya orang-orang tua. Menyaksikan bunga-bunga Sakura berguguran diterbangkan angin setelah mekar hanya sebentar, mengingatkan betapa singkat dan rapuhnya hidup manusia. Betapa tidak berdaya…

Bunga Sakura juga sering dibandingkan dengan bunga Ume (plum), yang relatif lebih sederhana. Tidak secantik dan semenonjol sakura, tapi hidup lebih lama dan lebih ‘tenang’, tidak banyak mengundang perhatian orang. Berbeda dengan Sakura yang sangat ‘megah’ dan begitu dipuja-puja, tapi hidupnya hanya sebentar saja…

Kedua ekstrim ini juga dianggap mewakili kehidupan seseorang. Ada yang ‘adem ayem’ dan cenderung stabil. Ada yang serba glamor, lebih ‘heboh’ dan penuh gejolak, tapi lalu jadi lebih rapuh. Which one do you prefer ?

Penulis :
Lona Hutapea

Komentar
  1. mirnarizka mengatakan:

    Wah, jadi makin pingin liat bunganya langsung.🙂
    Kalau di Indonesia, kira2 bunga apa yg serupa dgn sakura? flamboyan-kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s