Syarat Mempelajari Bahasa (apapun) Asing: “Out of the Box Method”

Posted: Mei 22, 2010 in Umum

Kepingin lancar berbicara dalam bahasa asing? Kepingin belajar 2 sampai 3 bahasa asing tanpa merasa kesulitan? Mudah, kita hanya perlu tahu kiat-kiatnya. Namun yang paling penting adalah diperlukannya kreatifitas yang tinggi sehingga kita tidak terjebak dalam teori yang memaksa kita mempelajari struktur dan tata bahasa yang benar.

Mempelajari struktur satu bahasa tentulah baik. Tapi, kalau kita terlalu terpaku pada penggunaannya, mengakibatkan kita akan takut untuk mempraktekkannya. Perasaan takut salah “struktur” akan menghantui kita, ketika kita berhadapan langsung dengan native speaker atau orang yang menggunakan bahasa asing tersebut.

“Out of the box”, meminjam istilah Rhenald Khasali dalam membekali para wiraswasta dalam melihat peluang bisnis. Kreatif, jangan hanya terkungkung dalam pendidikan formal. Mempelajari bahasa pun sama saja. Kita perlu kreatif tanpa harus selamanya terfokus pada teori.

Beberapa saran sederhana yang mungkin dapat dipraktekkan dalam mempelajari bahasa adalah sebagai berikut:

1. Membaca buku cerita anak-anak

Mempelajari struktur serta tata bahasa cukup di bangku sekolah atau tempat “kursus”. Selesai kursus pergilah ke toko buku atau minimal ke perpustakaan dan pinjamlah buku cerita untuk anak. Membaca buku cerita anak sangat besar manfaatnya. Bahasa anak-anak adalah bahasa yang sederhana dan ditulis dalam struktur yang benar. Maka, salah satu cara yang paling mudah untuk belajar bahasa adalah membaca buku cerita untuk anak. Selain itu buku cerita untuk anak mengajak kita untuk lebih menggunakan rasionalitas atau akal. Mungkin saja kita tidak memahami apa yang diceritakan, tapi dengan menerka isi cerita melalui ilustrasi dapat memberikan ide tentang isi buku cerita yang sedang kita baca. Di kemudian hari, Saya paham betul cara menggunakan akal ini memang lebih memudahkan ketimbang terus menerus membolakbalikkan kamus.

1. Belajar berkonsentrasi pada aksen yang paling sulit.

Tidak dipungkiri, masalah memahami bahasa asing itu bergantung pada pemahaman kita ketika seorang native speaker menyampaikan informasi secara lisan. Ada rasa panik pada diri kita, “dapatkah kita memahami apa yang mereka sampaikan?”. Apabila kita memang merasa daya tangkap dalam bahasa asing kurang, maka kita harus sering melatih telinga dengan sering-sering mendengar siaran radio bahasa tersebut.

Mempelajari bahasa Inggris, misalnya. Dengarlah stasiun radio BBC, karena dari seluruh negara yang menggunakan bahasa Inggris, “English with British accent” memiliki aksen aristokrat yang cenderung sulit ditangkap telinga orang asing. Kita kadang terbuai pada keindahan intonasi pengucapan setiap kata dari pada mendengarkan dan memahami substansinya. Apabila kita sudah tebiasa, maka kita tidak akan mengalami kesulitan untuk memahami informasi lisan yang disampaikan dengan bahasa Inggris dengan aksen mana pun.

1. Kenali budayanya

Kiat yang satu ini mungkin sangat benar untuk mereka yang mempelajari kesusasteraan. Tapi mempelajari budaya tentu saja tidak sebatas di dalam dunia sastra. Sukur-sukur kita mempunyai waktu dan peluang untuk berkunjung langsung ke negara yang menggunakan bahasa asing yang kita pelajari. Saat ini dengan adanya akses internet, memudahkan kita untuk mempelajari lebih jauh budaya serta cara hidup dari suatu bangsa.

Ada lagi cara yang lebih sederhana. Pergilah ke restoran yang menyajikan makanan khas negara tersebut. Kita akan pelajari banyak hal dan pelajaran dimulai dari membaca menu. Di situ akan tertera segala jenis makanan yang biasanya ditulis dengan huruf dan bahasa tradisional. Pelajari cara membacanya, kemudian cari tahu mengenai masakan tersebut, sejarahnya atau bagaimana masakan itu disajikan atau dimasak. Ketika kita bertemu dengan orang yang menggunakan bahasa tersebut, kita punya bahan cerita untuk membuka percakapan. Orang yang diajak berbicara, pasti akan merasa terkesan karena kita memiliki pengetahuan yang luas tentang negeri asalnya.

1. Acuh saja atau…cueeekk…!!

Kita sering merasa takut salah ketika berbicara dalam bahasa asing. Sebenarnya..itu salah. Bahasa asing itu bukan bahasa kita, kenapa kita harus takut salah. Kalaupun salah, lawan bicara kita akan membetulkannya dan mau tidak mau kita akan mengingatnya, sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Apalagi dalam aplikasinya, kita tidak mau bersaing hanya karena kita takut salah dalam “tata bahasa” ketika menyampaikan pendapat dalam bahasa asing.

Itu 4 cara yang dapat Saya bagikan dan Anda dapat mencobanya. Cara-cara kreatif lainnya tentu masih banyak. Apalagi apabila kita mempelajari bahasa Mandarin atau Jepang, yang memperlukan keterampilan dan ketekunan sendiri dalam memahami karakter huruf dan bahasanya. Namun, syarat utama mempelajari bahasa hanya satu: “out of the box”. Berkreasi. Terus berkreasi. Tiga tahun pertama, nantinya Anda akan tercengang pada kemampuan Anda dalam menyatakan pendapat atau berargumen dengan orang asing dalam substansi yang lebih kompleks lagi, seperti hukum, politik atau ekonomi. Tiga tahun berikutnya, giliran orang asing yang tercengang ketika kita bersama mengikuti jejak Bung Karno yang berani mengatakan pada orang asing: Go to hell with your aid!

Selamat berkreasi..

Penulis :
Elisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s