Selami Agresivitas China dengan Bahasanya

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Mandarin

Membaca berita yang dimuat di the york times edisi 1 mei 2010, rasanya seperti menemukan kreativitas dunia pendidikan kita di sebuah sudut kota kecil di lamongan. artikel berjudul “indonesian seek words to attract chinas’s favor” bercerita bagaimana sekolah-sekolah di lamongan mewajibkan siswa-siswinya belajar bahasa mandarin.

bupati lamongan, pak masfuk mendapat ide pengajaran bahasa mandarin itu sekembali dari kunjungan di china. di negeri bambu kuning itu, pak masfuk menemukan banyak kemajuan yang menurutnya patut ditiru oleh rakyat di kabupaten yang dipimpinnya. mungkin pak masfuk ingat wasiat nabi muhammad saw untuk selalu belajar dari orang china.

pak masfuk adalah personifikasi tesis para internasionalis yang melihat china sebagai aktor global dan regional yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi di kawasan, termasuk indonesia. apalagi dengan kecenderungan implementasi china-asean free trade area. produk-produk china akan membanjiri pasar domestik kita. indonesia hanya mampu mengimbangi raksasa kuning itu, kalau paham salah satu kekuatannya. bahasanya !.

tak ada bahasa di dunia tanpa filosofi kehidupan. demikian halnya dengan bahasa mandarin. piranti bahasa menjadi kunci memahami kemajuan sebuah entitas. inggris, spanyol dan roma telah membuktikannya. kini dengan mandatory class untuk bahasa mandarin di lamongan, setidak-tidaknya mereka tahu ketika berhubungan dengan para pedagang atau pengusaha china. mereka mungkin tidak mempelajari bahasa mandarin untuk menaklukkan china. melainkan mengambil dan menyerap kedigdayaan pengetahuan negeri china.

saya sendiri telah menyaksikan kedigdayaan itu. berinteraksi dan bersiasat dengan mereka pada level bidang yang saya geluti. tak ada kata yang cocok untuk menggambarkan betapa sophisticated-nya mereka mengelola soft-power dan sekaligus hard-power mereka.

pelajaran baik dari mereka harus bisa kita petik. dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita paham dengan cara apa mereka berkomunikasi. lamongan telah memulainya. semoga propinsi dan kabupaten lain dapat meneladaninya. itu jauh lebih baik daripada terus menerus mengeluhkan betapa digdayanya mereka. atau betapa licinnya para pedagang china.

Penulis :
Emte

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s