Mengajarkan Cara Belajar, Problem Pengajar

Posted: Mei 22, 2010 in Umum

Problem terbesar seorang guru adalah bagaimana mengajarkan cara belajar kepada para siswanya. Selama ini guru hanya sebatas menyampaikan materi semata, selebihnya terserah kepada siswa itu sendiri. Belajar cara belajar sering tak dipahami oleh sebagian besar guru. Padahal ini sangat penting. Keberhasilan siswa menuntut pelajaran tergantung kepada cara siswa itu mempelajari pelajarannya.

Sering guru-guru kita kebingungan mencari cara menyampaikan sebuah materi pelajaran agar mudah dipahami oleh siswanya. Bahkan tak jarang, para guru ini tak mengerti dan acuh tak acuh dengan kesulitan siswanya. Bagi mereka, apabila telah disampaikan sebuah materi, maka selanjutnya terserah kepada siswa tersebut. Paradigma ini tentu tak menguntungkan bagi siswa. Apalagi bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran. Keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan siswa untuk memahami pelajaran semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan guru untuk memahami gaya belajar siswanya.

Masing-masing orang memiliki ciri khas tersendiri dalam belajar. Ada yang harus diterangkan dengan jelas. Ada pula yang sambil menjelaskan disertai dengan mempraktekkan agar mudah mengerti. Demikianlah, setiap orang memiliki keunikan tersendiri. Hal ini yang harus dipahami oleh para guru. Jangan sampai menyamaratakan semua pendekatan kepada siswanya. Boleh saja disamakan, tetapi hasilnya pasti tidak akan bisa maksimal. Dapat dipastikan bahwa ada siswa yang tak akan mampu belajar dengan baik. Inilah salah satu faktor penyebab turunnya minat belajar siswa. Banyaknya anak yang bolos, atau tidak masuk sekolah disebabkan karena di sekolah mereka tidak mendapatkan guru yang dapat memberikan bimbingan belajar kepada merek seperti yang mereka inginkan. Datang ke sekolah seperti datang ke tungku perapian yang panasnya membuat gerah dan membuat mereka tak betah berlama-lama disitu.

Untuk itu, para guru harus dibekali seperangkat pengetahuan tentang belajar cara belajar. Apalagi bagi guru-guru yang bukan berasal dari fakultas keguruan dan ilmu pendidikan tentu akan sangat sulit memahami prilaku siswanya. Pendekatan dari hati ke hati harus dilakukan oleh guru. Guru harus dapat mengalahkan ego diri sendiri yang sering menjadi penyebab buruknya hubungan guru dan siswanya.

Karena merasa diri sebagai guru, mereka akan memandang rendah kepada siswanya. Guru beranggapan bahwa siswanya tak tahu apapun tentang pelajaran yang akan diberikan. Pandangan seperti ini akan memperlebar jurang pemisah antara guru dan murid. Sikap menara gading guru tentu tak akan disenangi oleh siswanya. Yang terbaik adalah bila guru mampu menjadi teman atau sahabat bagi siswanya. Dengan demikian, semua permasalahan yang dialami oleh siswanya dapat diketahui, dan guru dapat mencari alternatif pemecahan masalah yang terbaik bagi siswanya.

Menjadi sahabat siswa memang tidak gampang. Tetapi bila dapat dilakukan, maka guru akan mampu memberikan bantuan dan bimbingan kepada siswanya secara maksimal. Disinilah pentingnya kerjasama antara guru dan siswa. Kerjasama tersebut harus dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan prestasi siswanya.

Penulis :
Icai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s