Kita dan Istilah Asing

Posted: Mei 22, 2010 in Umum

Menggunakan istilah asing dalam kehidupan sehari dalam era globalisasi seperti sekarang ini nampaknya merupakan suatu keharusan. Coba saja simak orang-orang sekitar kita. Ketika berbicara, ada saja istilah-istilah asing yang terlontar keluar. Terutama kata-kata bahasa Inggris seperti:

“Anyway..”

“Either..”

“So..”

“Let say..”

Entah disengaja atau tidak, kita semakin akrab dengan istilah-istilah asing. Ada rasa takut di bawah alam sadar kita, seandainya tidak menggunakan istilah asing, orang akan menganggap kita tidak “berwawasan luas” atau tidak beradaptasi dengan dunia internasional.

Itu tidak saja terjadi pada diri kita secara individual, tapi juga dalam kehidupan berkelompok. Tengoklah di Medan. Saya pernah tinggal di kota ini ketika Saya berumur 5 tahun. Berapa puluh tahun kemudian, Saya bisa mengatakan, kota durian ini memang mengalami kemajuan. Apa indikatornya? Kemacetan terjadi di mana-mana, banyak kompleks mewah sedang dibangun, mal dan departemen store tumbuh seperti jamur. Persis seperti di Ibu Kota Jakarta. Ada satu lagi, kenapa kota Medan dapat dikatakan sudah maju..ya itu tadi, istilah asing.

Saya menginap di hotel Swiss-Bel yang terletak di jalan Letjend S. Parman. Berada di dalam hotel ini, kita tidak merasa seperti di Indonesia. Hampir semua orang yang datang dipastikan berasal dari Asia Timur dan mereka datang untuk keperluan bisnis. Lelah melakukan rapat di Swis-Bel, tidak perlu takut. Hotel ini dibangun dalam bangunan yang sama dengan shopping mall bernama “Cambridge City Square”. Dua bangunan berbeda tujuan ini hanya dipisahkan dengan tembok dan pintu kaca saja. Tempat makan yang ada di Jakarta atau bahkan mungkin di Singapore atau Hong Kong, dipastikan ada di mall ini: Baskin Robbins, Haagen Dazs dan tentu saja kedai kopi yang maha terkenal di Asia, Starbucks. Saya berbincang-bincang dengan seorang teman yang asli Medan. Kami pun sepakat, menggunakan istilah asing sebagai bentuk adaptasi, sah-sah saja. Tapi ya..janganlah kita melupakan tempat kaki berpijak. Sesuaikan dan berbanggalah dengan apa yang ada di Indonesia. “Memang kalau mall ini disebut Medan Square..kenapa rupanya?”

Beberapa tahun belakangan ini, kebanggaan urang Medan bertambah lagi dengan dibukanya museum “International Wildlife Musem”. Orang Medan mengatakan, ini museum konservasi terbesar se-Asia Tenggara. Isinya? Segala jenis binatang buas yang sudah diawetkan. Musium berlantai 3 ini dipenuhi binatang buas dari seluruh penjuru dunia seperti buaya, jerapah dan leopard dari Afrika. Lalu serigala putih serta beruang dari Canada. Selain binatang “luar” ada juga binatang “lokal” (Saya hanya mengikuti apa yang diucapkan pemandu museum saja): kodok sawah, babi hutan, kupu-kupu bahkan nyamuk.

Sampai keluar dari museum, Saya masih bingung, apa sebenarnya visi dibangunnya museum ini. Belum lagi sebuah ruangan yang terletak di lantai paling atas, yang tidak berisi binatang tapi berisikan memorabilia artis dan aktor Hollywood. Pemandu musium memang mengatakan ruangan ini tidak untuk memajang binatang buas hasil buruan pemilik musim tapi akan disewakan untuk keperluan rapat atau seminar.

Apapun alasannya, kita patut berbanggalah Medan punya banyak hal yang bisa dibanggakan di tengah dunia internasional. Rasanya kebanggaan itu perlu kita tindaklanjuti. Kita perlu menghubungi sutradara film “Night At The Museum”. Pencinta film komedi pasti mengetahui film ini yang menceritakan kehidupan sebuah museum di kota New York setiap matahari terbenam. Sejarah seperi hidup kembali ketika semua benda, patung orang Indian, segerombolan bangsa Mongolia bahkan patung Presiden Roosevelt bergerak bebas mengitari dan melakukan apa saja di musium. Sequel film ini sudah diputar pertengahan tahun 2009. Maka beginilah yang harus kita katakan pada sang sutradara: “Hey..I think I know where you should make “Night At The Museum III! But .. I need to inform you, it won’t be a comedy film any longer.”

Penulis :
Elisa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s