Belajar dari Kelelawar

Posted: Mei 22, 2010 in Motivasi

“Mahasuci Tuhan yang telah membuat malam sebagai siang bagi kelelawar untuk mengais rezeki, dan menjadikan siang sebagai malam untuk istirahat dan memulihkan tenaga” (gambar: http://www.arthurslipart.org)

Saat senja semakin menjingga, semakin jelas pertanda sebentar lagi malam tiba. Anak-anak kecil yang tadinya bermain di pelataran rumah segera dituntun masuk rumah oleh sang ibu. Sementara ayah yang baru saja pulang berladang, meletakkan peranti tempurnya di sudut dapur yang masih menyisakan kepulannya.

Dari kejauhan tampak pula para penggembala menggiring ternak ke kandang di belakang rumah masing-masing. Begitu juga para nelayan, setelah menambatkan perahu dan menurunkan sauh, mereka bergegas pulang setelah seharian menjaring ikan teri demi sesuap nasi untuk anak dan istri yang tak lelah menanti.

Malam pun tiba ditandai bunyi bedug maghrib dari sebuah surau, diikuti kumandang muazin yang bersuara parau. Tak seperti biasanya, saat itu saya ingin sekali memenuhi panggilan suara itu. Dan saat saya mengayunkan kaki beberapa langkah, dari arah samping saya muncul beberapa kelelawar yang sepertinya merayakan permulaan malam dengan cicitan riang.

Memang, banyak makhluk hidup yang menjadikan malam sebagai waktu tetirah setelah lelah beraktivitas mengisi kehidupan di kala siang. Tapi itu tidak berlaku bagi satu-satunya hewan mamalia yang bisa terbang itu. Ia tetap bersembunyi di siang hari meskipun siang membukakan segala sesuatu untuk selain spesiesnya.

Sebaliknya, kelelawar tetap bergerak di malam hari walaupun malam membuat tampak gelap segala makhluk hidup selainnya. Kendati matanya silau dan tak dapat memanfaatkan cahaya matahari agar memperoleh terang dan petunjuk, ia dengan mudah mencapai tempat-tempat yang diinginkan di kala malam gulita. Ia justru menjadikan malam sebagai lampu dan penolongnya mencari makan.

Kegelapan malam tak pernah mengganggu penglihatan dan mencegah gerak lincah kelelawar. Saat matahari muncul menyingkap tabir kelam dengan cahaya pagi, ia menutup kelopak matanya dan hidup dengan apa yang diperolehnya dalam kegelapan malam. Mahasuci Tuhan yang telah membuat malam sebagai siang bagi kelelawar untuk mengais rezeki, dan menjadikan siang sebagai malam untuk istirahat dan memulihkan tenaga.

Terima kasih kelelawar, kau membuatku sedikit tahu dan mengenali bagaimana kehidupan beserta nilai pentingnya berlangsung. Salam Kompasiana😀

Penulis :
Aziz Safa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s