Belajar dari Anak Kucing, Fokus Pada Proses

Posted: Mei 22, 2010 in Motivasi

Sedih rasanya melihat ketertinggalan bangsa kita dengan bangsa lain. Kita mempunyai banyak potensi dibandingkan negara lain. Satu hal yang saya yakini, kalau kita mau dan caranya benar maka kita bisa menjadi yang terbaik. Sebagai individu, sebagai team, sebagai masyarakat dan akhirnya sebagai sebuah negara.

Contoh disekeliling kita sedemikian banyaknya dan sudah sering ditulis di artikel surat kabar, dibukukan, serta diucapkan oleh para motivator kita dsb.

Jepang terkenal dengan industrinya dari elektronik, kendaraan roda dua, roda empat. Singapura dengan kemampuannya memposisikan diri sebagai kota jasa yang tidak cuma kelas Asia Tenggara bahkan kelas dunia. Korea Selatan saat ini no 1 di industri galangan kapal. Contoh paling gress barangkali betapa progressivenya tetangga dekat kita mempromosikan bisnis tourismenya, bahkan kadang sampai mengaku-ngaku sebagai pewaris sah lagu, tari ataupun kerajinan asli Indonesia.

Salah satu kelemahan yang saya rasakan dari masyarakat kita adalah budaya jalan pintas yang kadang mengabaikan kualitas dan proses yang berkelanjutan. Hasil akhir yang menjadi tujuan sehingga melupakan sentuhan cinta pada prosesnya.

Hal ini terlihat dari sikap dan tingkah laku kita, banyak orang menilai sesuatu hanya dari covernya atau dari wujud material, status sosial yang ujungnya adalah anda dihormati berdasar seberapa banyak uang yang anda miliki. Ucapan anda akan didengar hanya jika anda kaya. Kita lupa bahwa dalam proses untuk mencapai itu semua banyak profesi lain yang tidak mendapat penghargaan yang setara.

Wajar khann,… jika caranya salah maka tujuannya pun tidak akan tercapai. So bagaimana sih sebaiknya…

Kisah inspiratif dibawah ini semoga cukup mengena.

Alkisah, seekor anak kucing yang sedang bermain. Anak kucing ini sedang berusaha menangkap dan mengejar ekornya, dia terus menerus berputar dan berputar tanpa hasil. Ya jelaslahhh mosok jelas donggg, ….karena semakin cepat dia bergerak mencoba menggapai ekornya maka semakin cepat pula ekornya itu bergerak.

Ibunya yang melihat hal itupun tersenyum dan menasehati anaknya. ”Nak sekeras apapun kau berusaha menangkap ekormu maka kau tidak akan pernah berhasil”. Ibu kucing melanjutkan dengan bijaksana ”Selama kau masih berusaha menangkap ekormu maka kau tak akan beranjak dari kemanapun, kau akan terus berputar ditempat”

Ibu kucing berhenti dan menarik napas sejenak, ”Cobalah kau berjalan!” Anak kucing itu berhenti menggapai ekornya dan mencoba berjalan perlahan.

”Cobalah kau tengok ke belakang,… bukankah ekor yang sejak tadi kau kejar-kejar sekarang ini justru mengikutimu..” Ahaaa…sungguh menarik.

Pesan moral dari cerita diatas adalah, fokuslah pada proses jangan habiskan energi kita untuk segera mendapatkan hasil akhir dengan cara cara instant. Berorientasi pada hasil akhir bisa duit atau materi semata, dengan cara instan, hanya akan berakhir dengan kegagalan.

Seringkali kita melihat atau mencoba belajar dari kesuksesan orang lain dan melupakan proses panjang untuk mencapainya. Berorientasi pada proses, ini tidak lain dan tidak bukan adalah profesionalisme. Saat kita melangkah terus kedepan, profesional pada bidang apapun yang kita geluti maka kesuksesan, entah berupa materi atau status sosial akan kita dapat dengan sendirinya.

Bayangkan kalau sebagian besar orang di berbagai aspek bidang kehidupan melakukan pekerjaannya dengan fokus, sepenuh jiwa dan rasa cinta,

* Kalau anda seorang guru jadilah guru yang profesional, temukan metode-metode pengajaran yang baru, tingkatkan skill dan kapasitas anda. Tulis hal-hal baru dan menarik yang anda temukan, cintailah anak didik anda, toh Tuhan tak pernah tidur, siapa yang bekerja ikhlas dan serius pastilah….. somehow akan mendapat balasan yang layak. Murid-murid akan betah di sekolah, karena diajar dengan penuh cinta dan kasih sayang oleh guru gurunya.
* Para suami betah dirumah, tinggal di tempat yang bersih dan penuh limpahan cinta istri.
* Tidak ada demo minta kenaikan gaji dari para buruh, karena sang pengusaha fokus pada proses demi kelangsungan usahanya, tidak serakah dan pekerjanya juga tahu diri sesuai dengan kemampuan perusahaan.
* Kalau anda operator di pabrik, petrokimia ataupun refinery, jiwai pekerjaan anda, kenali tempat anda kerja sebaik anda mengenali diri anda. Maka shutdown, kerusakan atau gangguan yang tidak perlu bisa diminimalkan, ujung-ujungnya perusahaan bisa saving cost, keuntungan meningkat, dan bonuspun mengalir.
* Sarana umum terpelihara dengan baik, sehingga uang pajakpun tidak tersedot untuk biaya pemeliharaan.
* Dsb, dsb

Jadi tunggu apalagi, mulai saat ini belajarlah fokus pada proses, fokus berarti mencintai profesi kita, dan akhirnya hasil akhir bangsa dan negara Indonesia yang maju dan bermartabatpun bukan sekedar impian.

Go Go fokus….

Penulis :
Edy Utama

Komentar
  1. Julius mengatakan:

    Luar biasa sekali, karna dari cerita dan tulisan yang diatas saya termotivasi kembali untuk memberikan yg terbaik untuk anak-anak didik saya.
    terima kasih banyal. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s