Belajar Bahasa Inggris dengan Mudah

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Inggris

Terus terang sewaktu di SMA dulu bahasa Inggeris adalah pelajaran yang paling tidak saya sukai. Bahasa Inggeris dalam rapor saya selalu merah,angka empat atau lima. Selesai SMA saya ikut kursus Bahasa Inggeris, tapi kemampuan Bahasa Inggeris saya tetap saja jelek, jangankan bicara, untuk membaca saja rasanya sulit sekali. Saya mulai menyukai Bahasa Inggeris setelah mendapatkan buku berjudul “Sistem 50 Jam” atau dalam bahasa Inggerisnya “The Fifty Hours Method”. Sayang saya lupa nama pengarangnya, tapi buku yang terdiri dari tiga jilid ini menjanjikan bahwa setelah membaca dan mempelajari buku ini, dalam 50 jam dijamin bisa bicara bahasa Inggeris dengan lancar. Buku ini dirancang untuk digunakan secara otodidak, yaitu belajar sendiri tanpa bantuan guru atau pengajar.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Bahasa Inggeris, terutama untuk percakapan. Pertama adalah grammar atau tatabahasa, dan yang kedua adalah pronouncing, atau pengucapan. Sebagai modal pendukungnya adalah vocabulary atau kosakata. Saya hanya tamat jilid pertama dan sebagian dari jilid kedua, tapi berbekal itu saya merasa kemampuan Bahasa Inggeris saya lumayan. Isi dari jilid pertama adalah tatabahasa dasar (basic grammer). Sebenarnya basic grammer sudah diajarkan sejak kelas 1 SMA, bahkan sejak SMP, tapi rasanya tidak berbekas samasekali. Mungkin cara pengajarannya yang dogmatis, tidak ada rangsangan dari guru untuk mencintai pelajaran bahasa Inggeris, tidak ada praktek berbicara dalam bahasa Inggeris, tatabahasa diajarkan secara kaku seperti rumus-rumus matematik.

Pada waktu pertama kali membaca buku ini, ada keraguan dalam hati saya, apa benar saya sanggup bicara bahasa Inggeris dengan benar setelah 50 jam? Mempelajari bahasa Inggeris dari buku ini memang dituntut untuk disiplin. Buku ini menekankan betul bahwa tanpa disiplin yang keras, tidak ada yang menjamin bahwa pembaca bisa bicara bahasa Inggeris hanya dalam 50 jam saja. Aturan yang pertama adalah mengingat tatabahasa dasar yang sudah diajarkan dalam bentuk kalimat-kalimat sederhana, dan tidak boleh membuka bab berikutnya sebelum betul-betul memahami bab yang sedang dipelajari. Ini saya jalani meskipun ada rasa bosan karena sudah diulang-ulang dalam pelajaran bahasa yang saya terima di SMP dan SMA dulu. Aturan yang kedua adalah menghafal kosakata yang diberikan dalam bab yang bersangkutan, dan menuliskannya dalam catatan kecil yang dihafal berulang-ulang agar selalu ingat.

Semangat yang tinggi untuk bisa menguasai bahasa Inggeris mendorong saya untuk mengikuti aturan itu dengan ketat, dan memang terbukti benar. Ini saya alami sewaktu saya mendapat beasiswa untuk belajar ke negeri Belanda. Saya melewati tes TOEFL (Test of English for Foreign Language) dengan mudah. Sewaktu tugas belajar di Belanda saya tidak mengalami kesulitan dengan bahasa Inggeris yang digunakan sebagai bahasa pengantar. Saya berpendapat bahwa bagi orang Belanda-pun, bahasa Inggeris bukanlah bahasa ibu mereka, jadi sama dengan kita. Sewaktu mengikuti kursus berjenjang ditempat saya bekerja, saya menduduki peringkat kedua dalam tes bahasa Inggeris, hanya kalah dengan senior saya yang memang bahasa Inggerisnya sudah bagus sekali.

Berhasilnya buku “Sistem 50 Jam” menurut saya karena buku ini melatih kita untuk menggunakan percakapan bahasa Inggeris dengan tatabahasa yang benar, meskipun dimulai dari struktur yang sangat sederhana, dan melatih menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Buku ini juga menganjurkan agar kita berani mempraktekannya dengan berbicara langsung dengan orang yang sudah menguasai bahasa Inggeris, bahkan dengan orang dimana bahasa Inggeris memang bahasa ibunya atau native speaker. Berani saja tidak cukup. Sering saya perhatikan orang-orang yang berani berbicara bahasa Inggeris tapi dengan tatabahasa yang amburadul dan pengucapan yang kurang pas. Pengucapan atau pronouncing menurut saya tidak terlalu penting, karena lidah kita memang berbeda dengan lidah seorang native speaker, apalagi bicara tentang logat. Saya perhatikan generasi muda Jepang, dan sekarang China, Vietnam dan Kamboja, berbahasa Inggeris dengan tatabahasa yang benar dan pengucapan yang bagus.

Dalam berbahasa Inggeris kita tidak perlu malu kalau salah, dan selalu mau belajar dari kesalahan. Sampai sekarang saya masih sering mendapat koreksi dari seorang native speaker apabila saya salah dalam menggunakan bahasa Inggeris, baik lisan maupun tulisan. Menulis dalam bahasa Inggeris lebih sulit daripada berbicara, karena diperlukan struktur berfikir yang berbeda dengan struktur berfikir dalam bahasa Indonesia. Saya perhatikan bahwa struktur berfikir dalam bahasa Inggeris lebih hemat kata dan lebih efisien, serta tidak berputar-putar. Apabila kita menerjemahkan bahasa Inggeris secara langsung kedalam bahasa Indonesia, maka kita akan mengalami kesulitan dalam struktur berfikir tersebut, karena menjadi terkesan lugas dan tidak sopan. Saya kira ini berkaitan dengan masalah budaya. Berikut ini ada sepuluh kesalahan yang umum dilakukan orang dalam menggunakan bahasa Inggeris: 10 common English language errors sebagai tip bagi anda yang sedang memperlancar bahasa Inggeris.

Sekali lagi, bahasa Inggeris bukan bahasa ibu kita (mother tongue), dan wajar kalau kita melakukan kesalahan. Saya juga sering mencatat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang bukan native speaker, seperti orang Belanda, Perancis dan bangsa Eropa lainnya. Modal berikutnya untuk bisa lancar berbahasa Inggeris adalah kosakata atau vocabulary. Ini tidak bisa dipelajari sesaat, tapi bertahap dan bisa bertahun-tahun, sejalan dengan lingkup bahasan yang kita bicarakan. Dengan latar belakang teknis, tidak sulit bagi saya untuk mendengarkan ceramah atau uraian teknis dalam bahasa Inggeris. Tapi kalau pembahasan sudah menyangkut hal-hal lainnya, seperti ekonomi, hukum atau politik, bahkan sastra, maka saya akan mengalami kesulitan. Untuk itu perbendaharaan kosakata bahasa Inggeris perlu kita perkaya secara secara perlahan-lahan dan bertahap. Membaca novel dalam bahasa Inggeris adalah cara untuk memperkaya kosakata yang paling efektif.

Mempelajari bahasa Inggeris tidak berarti kita melupakan bahasa Indonesia. Justru dengan mempelajari bahasa Inggeris kita terlatih untuk menggunakan tatabahasa yang benar dalam berbahasa Indonesia, sebgaimana dilakukan dalam bahasa Inggeris. Bahasa Inggeris sekarang sudah menjadi tuntutan jaman yang tidak terhindarkan. Dalam era globalisasi sekarang ini penguasaan bahasa asing, paling tidak bahasa Inggeris, mutlak diperlukan agar kita tidak tersisih dari pergaulan internasional. Disisi lain saya mengamati banyak orang-orang asing yang belajar bahasa Indonesia, dan ini menggembirakan, karena bahasa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang khas yang kadang-kadang sulit kita cari padanannya dalam bahasa Inggeris, dan ini memperkaya bahasa Inggeris. Beberapa contoh diantaranya adalah amok dan guru sudah diadopsi dalam bahasa Inggeris. Amok berasal dari amuk atau mengamuk. Guru adalah orang yang dianggap paling tahu dalam suatu bidang tertentu.

Bagi saya buku “Sistem 50 Jam” cukup bagus untuk belajar bahasa Inggeris, tapi mungkin belum tentu cocok bagi orang lain. Masing-masing tentu mempunyai cara yang berbeda-beda untuk belajar, tidak terkecuali belajar bahasa Inggeris. Yang penting untuk dicatat barangkali adalah semangat dan kerja keras untuk belajar sampai kapanpun dari dari manapun sumbernya.

Penulis :
Ris Sukarma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s