Bahasa Inggris yang Cacad

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Inggris

Saya pernah berdiskusi dengan seorang kolega dokter berkaitan dengan masalah keselamatan pasien. Topik ini memang merupakan wacana yang lagi hangat-hangatnya menjadi perhatian dunia kesehatan. Dan lazimnya di era globalisasi ini diapun menggunakan istilah bahasa Inggris. Dan yang mencengangkan saya dia mengatakan safety patient untuk padanan kata keselamatan pasien.

Kolega saya ini bukan satu-satunya manusia Indonesia yang menerapkan hukum DM (Diterangkan Menerangkan) untuk bahasa Inggris. Jadi alih-alih mengatakan patient safety ( atau patients’ safety) dia mengatakan safety patient. Atau kata birthday present dibelokkan menjadi present birthday (hadiah ulang tahun), hospital regulation ditelikung menjadi regulation hospital (peraturan rumah-sakit).

Dalam soal mengartikan atau menerjemahkan bahasa Inggris kita juga amat lemah.

Ambillah contoh kata know. Didalam bahasa Inggris know bisa berarti tahu atau kenal.

Jadi kalimat I know him berarti : Saya kenal dia.

Kata yang lain misalnya tell. Tell bisa bermakna bercerita atau memberi tahu.

Dengan demikian I will tell him bermakna : Saya akan memberitahu dia.

Atau kata yang sederhana ini : go home yang berarti pulang (namun tidak jarang diterjemahkan pergi ke rumah), meeting (padanannya rapat namun sering diterjemahkan menjadi pertemuan).

Saya masih ingat surat-kabar sekaliber Kompas pun pernah tergelincir menerjemahkan kata haven dengan surga dalam kalimat The Swiss banks have become the haven for money laundering. Haven sejatinya berarti tempat yang aman dan sering dicampur-adukkan dengan kata heaven.

Bicara soal pelafalan (pronunciation) lebih gawat lagi. Cukup banyak ungkapan-ungkapan yang dipermak sesuai dengan selera lidah kita. Dan terus terang ini membuat kuping saya sakit ( bukan mau sok jagoan bahasa Inggris nih).

Mari kita lihat dan dengar beberapa diantaranya :

* listen [‘lisn] diucapkan tanpa t jadi bukan dibaca listen
* finger diucapkan fingge dan bukan finjer atau finger
* answer diucapkan tanpa w yaitu anser dan bukan answer
* sweat (keringat) diucapkan swet dengan suara e seperti kata pena, jadi bukan dilafalkan swit seperti yang sering kita ucapkan pada kata Pocari Sweat.
* sweater Ini juga dilafalkan sweter bukan switer
* hour (jam) Huruf h tidak dilafalkan, jadi bunyinya ouer
* corned beef Ini yang sudah salah kaprah dibaca kornet bif
* refill Ini juga salah kaprah dibaca refil seharusnya rifel dengan suara e seperti kata sore
* organ (alat musik) ada yang melafalkan orjen, sebetulnya orgen
* bomber Ini yang unik, diucapkan bomer jadi bukan bomber. Hal ini berlaku pula untuk kata climber (dibaca klaimer) dan plumber (dibaca plamer, artinya tukang ledeng).

Saya jadi teringat ucapan Kadit Humas Polri dalam konperensi persnya mengenai pelaku peledakan bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dan Marriot dengan menyebutkannya sebagai suicide bomber. Sayang pelafalannya belum pas dan masih diucapkan suisaid bomber.

Omong-omong soal pelafalan saya juga teringat seorang dari murid saya (saya pernah memberi les bahasa Inggris sewaktu masih mahasiswa) yang memang usil. Waktu saya menjelaskan pelafalan kata bowtie (dasi kupu-kupu) dengan terkekeh dia menutup hidungnya dan mengulangi ucapan saya : bau tai !

Penulis :
Gustaaf Kusno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s