Bahasa Arab Bahasa Surga

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Arab

Mengenal Bahasa ini sudah sejak umur berapa ya? Mungkin sedari kandu gan Ayah-Bundaku mulai membiasakan diriku mendengarkan lantunan Ayat Suci Al-Qur’an. Betapa indah dan merasuknya kalam -kalam ini sehingga sebuah cita-cita agung mereka untuk suatu hari nanti putri kecinya ini menjadi seorang Hafidhoh, yakni penghafal Al-Qur’an. Tentunya bahasa arab mulai menjadi hal yang biasa ku dengar dan ku lantunkan sejak belajar iqro’ dan mulai mengikuti kaidah bahasa arab melalui TPA dan guru privatku semasa kecil. Mulai umur tiga tahun sudah harus menghafal 30 just dan sedikit-sedikit mengerti maksan kata-kata dan translate bahasa arab itu sendiri.

Hari berlalu hingga aku beranjak dewasa, Bahasa Arab seakan menjadi sebuah kebutuhan ketika aku harus dipesantrenkan. Ayah selalu mewanti-wanti suatu hari kelak aku harus mengajarkan kitab kuning sesuai keturunan keluarga yang menjadi pemimpin pondok pesantren. tentu aku masih berontak, aku hanya ingin tumbuh sebagai gadis biasa yang sekolah si SMP dan SMA< bukan sekolah bernafaskan Islam. Ayah membolehkan walau harus dengan konsekwansi suatu hari aku harus benar-benar mahir dalam bahasa Arab.

Ternyata kehawatiran ayahku terjadi. Untuk menguasai Bahasa Perancis, Jerman, Jepang, dan Inggris semua bisa dicapai hanya dalam masa 3 tahun. tapi jauh berbeda dalam menguasai Bahasa Arab. Sudah kepala dua ini kok belum mahir juga menggunakan bahasa Arab? Aku memang sudah bisa bercakap-cakap dan melantunkan ayat tapi untuk memahami maknanya secara baik ternyata belum bisa. Ayah selalu berharap aku akan menjadi translator Bahasa Arab ini dan menerangkannya pada santri-santri kelak. Tapi kesedihan yang merundung kehidupanku kini. Ketika menghafalkan Al-Qur’an juga masih terasa sulit dan penguasaan Bahasa Arab juga tak semudah yang dibayangkan.

Masih ada dua tahun lagi sampai aku bisa menghatamkan 30 Juz, seandainya itu bisa jadi nyata aku harus bisa hafal dan terutama mengartikannya secara benar. Tadi pagi pelajaran kaidah bahasa Arab terasa begitu sulit. Pernah aku tanya pada seseorang ” Kenapa sih susah sekali belajar Bahasa Arab?” dia menjawab “Karena butuh kesucian hati dan pikiran”. Kemudian aku bertanya lagi”Ayah, kenapa Dewi harus menguasai Bahasa Arab?” dan Ayahku menjawab “Karena bahasa Arab adalah Bahasa surga” Betapa bahagianya ayahku jika sepulang dari pesantren nanti aku sudah menjadi sosok yang berbeda. Yang siap terjun di masyarakat dan memberikan kajian-kajian. Hanya tinggal dua tahun ini, semakin ahli dalam menguasai Bahasa Arab dan bisa membacakan ktab-kitab kuning untyk para santri di desaku. Aku akan bangga mengabdikan diriku di pesantren.

Walau harus penuh perjuangan, bahasa arab harus tetap diperjuangkan. Semangat Dew untuk lebih mahir berbahasa raba. Suatu hari Ayah bunda pasti bahagia melihatmu benar-benar bisa paham terhadap bahasa arab. Bismillah

Penulis :
Dewi Della

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s