“Cina apa Chayna”

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Mandarin

“Halo, apa benar ini Kedutaan Besar Cina?”

“Bukan, ini Kedutaan Besar Chayna, Bu.”

Begitu percakapan seorang teman ketika menelepon ke China Embassy beberapa tahun lalu. Percakapan lalu dilanjutkan dengan bagaimana si operator harus menjelaskan mengapa Cina harus diucapkan dengan Chayna. Itulah mengapa saya menggunakan italic dan bahasa Inggris (China Embassy) untuk menuliskan Kedubes Cina.

Saya kurang begitu paham apa karena orang Indonesia gemar menggunakan kata ‘campur-campur’ Inggris-Indonesia, atau kita mulai suka mengucapkan huruf ‘i’ dengan ucapay ‘ay’, seperti kata ‘lebay.’ Atau memang ada hal yang lebih serius mengapa Cina sekarang harus diucapkan dengan Chayna.

Hal ini tidak saja terjadi pada parcakapan di telepon itu melainkan juga diucapkan oleh presenter televisi berita, dan bahkan ditulis China (bukan Cina) pada surat kabar besar di Indonesia. Padahal setau saya dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, tulisan negara ‘Panda’ tersebut adalah tanpa huruf ‘h’, yaitu C-I-N-A.

Ada kemungkinan orang pemerintahan di kedubes tersebut kurang bisa menerima ucapan Cina berlatar belakang era orde baru yang selalu berkesan mencemooh seperti uacapan (maaf) “… Cina lo..” Mirip juga sih dengan ucapan “Indon” oleh orang Malaysia yang berkesan ‘merendahkan’ kita. Padahal ejaan Malaysia oleh Spanish adalah MALASIA (mal-asia= asia yang buruk, seperti mal-nutrisi / gizi buruk, atau bisa juga malas-ia… just joke🙂 )

Kembali ke topik pembahasan, dalam bahasa mandarin (zhongwen) sendiri tidak dikenal kata “Cina.” Lalu dari mana asal kata ini? Istilah “Cina” kalau tidak salah awalnya digunakan oleh orang Jepang (pada jaman perang antar kedua bangsa tersebut) utk menghardik/merendahkan orang-orang Tionghoa sehingga karena itulah kata Cina tidak disukai sebagian besar masyarakat Tionghoa.

Sekarang ini untuk resminya kita memang tidak lagi menggunakan RRC tapi RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Perubahan itu dilakukan untuk menghindari adanya kesalahfahaman dari pemerintah RRT maupun masyarakat Indonesia keturunan. Kata “Tiongkok” memang lebih tepat utk menggantikan kata “China” karena berasal dari kata Zhong Guo, yg artinya Zhong=Tengah (baca: chung) dan Guo=Negara (baca: kuo’). Istilah ini digunakan untuk menyebut negara RRT yang letaknya di tengah-tengah daratan Asia. Dan kata Tiongkok ini memang sekarang yang digunakan oleh Presiden SBY untuk menyebut negara tersebut. Seperti juga Dahlan Iskan (Dirut Pertamina) pada judul buku yang pernah ditulisnya.

Sementara untuk menyebut masyarakatnya, digunakan istilah Hua Ren yang berarti orang Hua (suku mayoritas di daratan Tiongkok). Makanya dikenal istilah Zhonghua, atau yang lebih sering dilafalkan menjadi “Tionghoa” oleh orang Indonesia, untuk menyebut orang-orang yang berasal dari RRT.

Pertanyaannya, apakah perubahan ini berkorelasi dengan semakin kuatnya pengaruh negara ini di seluruh dunia? Sampai-sampai ada orang Amerika yang menulis buku ‘A Year Without Made in China‘ diseritai percobaan keluarganya untuk hidup tanpa barang-barang buatan Tiongkok dan … gagal. “China Rules, USA Fools.” ^_^

Jadi, ada baiknya kalau kita mulai sekarang menggunakan sapaan/sebutan “orang Tionghoa”, dibandingkan dengan sebutan “orang China.” Namun apakah kita juga harus merevisi kata-kata seperti di bawah ini (misalnya):
“Saya suka makan bubur pacar Tiongkok.” atau “KA Depok Ekspress berhenti di Stasiun PondokTiongkok.” Hehehe….

Penulis :
Erri Subakti

Komentar
  1. clarissa mengatakan:

    sebagai tambahan, pengucapan kata Chayna itu berasal dari “China” yang dalam bahasa inggris dibaca : “Caina”….jadi bukan karena lebay….:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s