Bahasa sebagai Ekspresi pada Dunia

Posted: Maret 30, 2010 in Umum

Disadari atau tidak, globalisasi membuat hubungan antar manusia tak berbatas. Tiap individu kini telah terhubung satu sama lain dengan hadirnya kecanggihan teknologi informasi. Maka munculah sebuah komunitas superbesar di dunia ini. Sebuah komunitas masyarakat yang bisa saling berinteraksi tiap saat dan dimanapun tempatnya. Inilah masyarakat global.

Meski demikian, masalah yang muncul adalah dengan apa anggota society yang besar ini berkomunikasi? Tentu salah satunya kesamaan bahasa sebagai media ekspresi perlu diperhatikan. Saya selalu teringat statement Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina tentang konsep masyarakat global ini.

Beliau sering menyampaikan bahwa dalam satu waktu, “Kita tak hanya menjadi warga negara Indonesia, tapi kita juga warga negara dunia. Oleh karena itu kita harus bisa mengekspresikan ide-ide kita dalam bahasa dunia.”
matanews.com

matanews.com

Pak Anies melanjutkan bahwa minimal kita mampu menguasai Bahasa Inggris. Hal ini tentu menjadi bahan pemikiran kita semua bahwa memiliki kemampuan berbahsa asing, utamanya Inggris adalah perlu.

Dalam sebuah bacaan, pendapat dari dua guru bahasa Inggris yang berpengalaman di bidang bahasa setidaknya bisa jadi acuan.

Menurut Alastair Banton, seorang guru di sekolah bahasa swasta di Inggris yang juga mengajar bahasa Inggris di Jepang, hal yang terpenting adalah bahwa kita harus ingin belajar bahasa dengan sungguh-sungguh—tanpa itu kita tidak akan bisa jauh. Harus yakin bahwa kita akan melakukannya.

Lalu, hal penting lainnya tentu kita harus kerja keras, tetapi dalam waktu yang sama, kita harus menikmatinya dan jangan frustasi ketika merasa tidak ada perkembangan. Kita juga harus realistis bahwa belajar bahasa memerlukan waktu dan jangan berharap tahu dan paham segala hal dalam beberapa minggu.

Sementara, Teresa Pelc adalah seorang guru bahasa Inggris di Polandia. Dia mengajar bahasa Inggris di sekolah tingkat dua untuk beberapa tahun.

Baginya, motivasi adalah hal yang terpenting. Kita harus siap belajar grammar, banyak membaca, mendengarkan lagu dalam bahasa Inggris, radio dan TV, dan yang lebih penting harus melakukannya secara sistematis.

Masih menurut Pelc, sangat mudah untuk lupa dari apa yang baru dipelajari. Itulah mengapa guru memiliki peran penting. Bahkan,kadang-kadang, seorang murid yang sangat termotivasi butuh paksaan tersebut. Ia yakin bahwa hanya beberapa orang yang belajar bahasa atas kemauan sendiri.

Belajar sebuah bahasa bisa membuat sangat stres, khususnya bagi banyak orang terutama yang dewasa. Kadang kita merasa harus berbicara seperti anak-anak dan membodohi diri sendiri.
Akan tetapi, bila punya motivasi, kita akan belajar menangkal hal ini. Semua ini seperti hal yang sulit, dan memang seperti itu. tapi yakinlah ini juga sangat menyenangkan. (*)

Penulis :
Jazz Muhammad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s