Arsip untuk ‘Bahasa Mandarin’ Kategori

Waaww bahasa Mandarin? Dengan statusnya sebagai salah satu bahasa paling susah di dunia, membuat orang berpikir ribuan kali untuk mempelajarinya. Selain memiliki nada dalam setiap suku katanya, bahasa Mandarin juga memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan huruf latin tentunya, dan jumlahnya ribuan, ratusan ribu, bahkan tak terhitung jumlah pastinya. Itulah tantangan terbesar dalam mempelajari bahasa ini, but that makes it become challenging to be learnt, am I right?

Well, untuk menaklukan bahasa ini juga diperlukan langkah-langkah yang benar, oke check this out:

1. Pengucapan Intials dan Finals

Ini adalah langkah pertama yang harus ditempuh terlebih dahulu, seperti kita belajar a, b, c, d,…z pada waktu SD dulu. Dalam bahasa Mandarin terdapat initials yang terdiri dari; b, p, m, f, d, t, n, l, g, k, h, j, q, x, zh, ch, sh (baca; bo, pho, mo, fo, te, the, ne, le, ke, khe, he, ji, qi,si, zhr , chr, shr). Dan juga finals : a, o, e, i, u, ü , ai, ei, ao, ou.

Pastikan anda belajar dari sumber yang benar, dari rekaman, dari laoshi anda, atau dari teman chinese anda. Berlatihlah terus menerus sampai pengucapan anda sempurna, biasanya akan menemui kesulitan pada pengucapan ; j,q,x dan paling susah adalah pengucapan zh, ch, sh.

2. Nada or Tones

Okay, kalau anda sudah menguasai cara pengucapan finals dan initials Mandarin dengan baik dan benar, sekarang waktunya mengenal nada dalam bahasa Mandarin. Terdapat 4 nada yaitu : nada pertama (datar), nada kedua(naik), ketiga (turun-naik) , dan keempat(turun). Berlatihlah setiap hari dengan kata-kata yang sederhana. Biasanya nada pertama dan kedua tidak begitu sulit, tapi nada ketiga dan keempat memerlukan waktu sedikit lama untuk menguasainya.

3. Mengenal Hanzi

Seperti halnya matahari dan bulan, bumi dan langit, air dan api, kita mau tidak mau harus belajar karakter bahasa mandarin ini, selain pinyin (huruf latin mandarin) tentunya. Karena kedua hal ini saling melengkapi, dan tidak sempurna bahasa mandarin anda tanpa mengenal huruf HANZI. Oleh karena itu, mulailah belajar dari hanzi yang sederhana. Dan jangan lupa harus mengikuti stroke order yang benar agar menghasilkan huruf yang indah dan cantik.

4. Never stop Practising

Nah, kalo ketiga tahap diatas sudah anda kuasai dengan benar dan sempurna, hal yang dilakukan berikutnya tentu saja terus berlatih dengan menghapal kosakata baru, berlatih menulis hanzi, dan banyak-banyak berlatih pengucapan kata-katanya. Mulailah dari kata-kata sederhana, dilanjut dengan kalimat, kemudian frase, idiom, dan seterusnya, hingga anda dapat membaca buku mandarin atau surat kabar berbahasa Mandarin, dan dapat berkomunikasi dengan lancar!

Selamat mencoba!

Penulis:
Intan Rawit

1. Bahasa bisnis internasional.
2. Bahasa dengan penutur asli terbanyak di dunia.
3. Bahasa dengan pasar konsumen terbesar di dunia.
4. Bahasa hampir seperempat dari penduduk dunia.
5. Bahasa yang menyebar tidak hanya di Asia, Amerika, Eropa, tetapi juga di dunia.
6. Bahasa yang memiliki ribuan tahun sejarah dan budaya.
7. Bahasa dengan kebudayaan yang memiliki pengaruh yang besar di dunia.
8. Bahasa wisata, kuliner, pengobatan timur, seni dan warisan budaya yang unik.
9. Bahasa dengan pertumbuhan perekonomian tercepat di dunia.
10.Bahasa mandarin sedang booming dipelajari di seluruh dunia.

dikutip dari :

http://www.bahasamandarinonline.com/10-alasan-belajar-bahasa-mandarin

Belajar Bahasa Mandarin

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Mandarin

Dengan adanya pelajaran bahasa Mandarin di Dunia Belajar maka kami ingin memberikan sedikit pengetahuan dasar mengenai cara belajar berbahasa Mandarin baik membaca maupun menuliskannya.

Bahasa mandarin atau bahasa han (hànyŭ) adalah bahasa nasional Republik Rakyat Cina (RRC). Bahasa ini selain digunakan sendiri oleh rakyat Cina juga berlaku secara internasional dan sebagai salah satu bahasa resmi di PBB.

Menguasai bahasa asing di samping bahasa kita sendiri merupakan suatu keuntungan yang luar biasa, karena dengan demikian kita bisa juga mempelajari masyarakat dan kebudayaan pengguna bahasa itu dengan lebih baik dan lebih benar..

Bagi sebagian orang kelihatannya mempelajari bahasa mandarin sangatlah sulit. Akan tetapi sangatlah mudah bila kita mengetahui kunci-kuncinya. Bahasa mandarin adalah bahasa yang unik. Ia berbeda dari bahasa-bahasa lain dalam hal penulisan (karakter) yang memiliki urutan yang berurutan dan apabila satu huruf digabungkan dengan huruf yg lain akan mempunyai arti yang berbeda serta mempunyai nada bunyi yang menarik.

Untuk mempermudah dan melancarkan membaca huruf mandarin maka kita mempergunakan ejaan pīnyīn (ejaan latin huruf mandarin yg digunakan di RRC). Nada bunyi dalam bahasa mandarin terbagi menjadi empat macam, yaitu:

* nada pertama, tinggi nada rata dari awal sampai akhir -
* nada kedua, dari nada sedang naik dengan cepat ke nada tinggi /
* nada ketiga, dari nada sedang turun ke nada bawah, lalu naik ke nada tinggi v
* nada keempat, dari nada tinggi turun dengan cepat ke nada bawah \

Ucapan dalam ejaan pīnyīn:

A. Huruf hidup :
Dalam bahasa mandarin, huruf hidup a, i, u , e , dan o diucapkan sama seperti bahasa Indonesia. Sedangkan tanda bunyi seperti yang telah disebutkan diatas, ditempatkan diatas huruf hidup, gunanya adalah untuk membedakan ucapan kata tersebut.
Misalnya : tiān (langit), mén (pintu), hăo (bagus), mài (menjual).

B. Huruf mati :
b diucapkan menjadi p, contoh : bù (tidak) diucapkan menjadi pu.
p diucapkan menjadi b, contoh : piào (karcis) diucapkan menjadi biao.
t diucapkan menjadi d, contoh : tíng (berhenti) diucapkan menjadi ding.
d diucapkan menjadi t, contoh : dà (besar) diucapkan menjadi ta..
k diucapkan menjadi g, contoh : kàn (melihat) diucapkan menjadi gan.
g diucapkan menjadi k, contoh : gān (kering) diucapkan menjadi kan.
zh, j dan z diucapkan menjadi c, contoh : zhòng (berat) diucapkan menjadi chong, jìn (dekat) diucapkan menjadi cin, zuò (duduk) diucapkan menjadi cuo.
ch, c dan q diucapkan menjadi j, contoh : cháng (panjang) diucapkan menjadi jang, căo (rumput) diucapkan menjadi jao, qĭng (silakan) diucapkan menjadi jing.
s, sh, dan x diucapkan menjadi s, contoh : sān (tiga) diucapkan menjadi san, shŏu (tangan) diucapkan menjadi sou, xìn (surat) diucapkan menjadi sin.

Di dalam huruf mandarin tidak terdapat huruf v. Sedangkan huruf mati lainnya diucapkan sama seperti huruf dalam bahasa Indonesia.

Penulis :
Lianneke Gunawan

“Cina apa Chayna”

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Mandarin

“Halo, apa benar ini Kedutaan Besar Cina?”

“Bukan, ini Kedutaan Besar Chayna, Bu.”

Begitu percakapan seorang teman ketika menelepon ke China Embassy beberapa tahun lalu. Percakapan lalu dilanjutkan dengan bagaimana si operator harus menjelaskan mengapa Cina harus diucapkan dengan Chayna. Itulah mengapa saya menggunakan italic dan bahasa Inggris (China Embassy) untuk menuliskan Kedubes Cina.

Saya kurang begitu paham apa karena orang Indonesia gemar menggunakan kata ‘campur-campur’ Inggris-Indonesia, atau kita mulai suka mengucapkan huruf ‘i’ dengan ucapay ‘ay’, seperti kata ‘lebay.’ Atau memang ada hal yang lebih serius mengapa Cina sekarang harus diucapkan dengan Chayna.

Hal ini tidak saja terjadi pada parcakapan di telepon itu melainkan juga diucapkan oleh presenter televisi berita, dan bahkan ditulis China (bukan Cina) pada surat kabar besar di Indonesia. Padahal setau saya dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, tulisan negara ‘Panda’ tersebut adalah tanpa huruf ‘h’, yaitu C-I-N-A.

Ada kemungkinan orang pemerintahan di kedubes tersebut kurang bisa menerima ucapan Cina berlatar belakang era orde baru yang selalu berkesan mencemooh seperti uacapan (maaf) “… Cina lo..” Mirip juga sih dengan ucapan “Indon” oleh orang Malaysia yang berkesan ‘merendahkan’ kita. Padahal ejaan Malaysia oleh Spanish adalah MALASIA (mal-asia= asia yang buruk, seperti mal-nutrisi / gizi buruk, atau bisa juga malas-ia… just joke :) )

Kembali ke topik pembahasan, dalam bahasa mandarin (zhongwen) sendiri tidak dikenal kata “Cina.” Lalu dari mana asal kata ini? Istilah “Cina” kalau tidak salah awalnya digunakan oleh orang Jepang (pada jaman perang antar kedua bangsa tersebut) utk menghardik/merendahkan orang-orang Tionghoa sehingga karena itulah kata Cina tidak disukai sebagian besar masyarakat Tionghoa.

Sekarang ini untuk resminya kita memang tidak lagi menggunakan RRC tapi RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Perubahan itu dilakukan untuk menghindari adanya kesalahfahaman dari pemerintah RRT maupun masyarakat Indonesia keturunan. Kata “Tiongkok” memang lebih tepat utk menggantikan kata “China” karena berasal dari kata Zhong Guo, yg artinya Zhong=Tengah (baca: chung) dan Guo=Negara (baca: kuo’). Istilah ini digunakan untuk menyebut negara RRT yang letaknya di tengah-tengah daratan Asia. Dan kata Tiongkok ini memang sekarang yang digunakan oleh Presiden SBY untuk menyebut negara tersebut. Seperti juga Dahlan Iskan (Dirut Pertamina) pada judul buku yang pernah ditulisnya.

Sementara untuk menyebut masyarakatnya, digunakan istilah Hua Ren yang berarti orang Hua (suku mayoritas di daratan Tiongkok). Makanya dikenal istilah Zhonghua, atau yang lebih sering dilafalkan menjadi “Tionghoa” oleh orang Indonesia, untuk menyebut orang-orang yang berasal dari RRT.

Pertanyaannya, apakah perubahan ini berkorelasi dengan semakin kuatnya pengaruh negara ini di seluruh dunia? Sampai-sampai ada orang Amerika yang menulis buku ‘A Year Without Made in China‘ diseritai percobaan keluarganya untuk hidup tanpa barang-barang buatan Tiongkok dan … gagal. “China Rules, USA Fools.” ^_^

Jadi, ada baiknya kalau kita mulai sekarang menggunakan sapaan/sebutan “orang Tionghoa”, dibandingkan dengan sebutan “orang China.” Namun apakah kita juga harus merevisi kata-kata seperti di bawah ini (misalnya):
“Saya suka makan bubur pacar Tiongkok.” atau “KA Depok Ekspress berhenti di Stasiun PondokTiongkok.” Hehehe….

Penulis :
Erri Subakti

Membaca berita yang dimuat di the york times edisi 1 mei 2010, rasanya seperti menemukan kreativitas dunia pendidikan kita di sebuah sudut kota kecil di lamongan. artikel berjudul “indonesian seek words to attract chinas’s favor” bercerita bagaimana sekolah-sekolah di lamongan mewajibkan siswa-siswinya belajar bahasa mandarin.

bupati lamongan, pak masfuk mendapat ide pengajaran bahasa mandarin itu sekembali dari kunjungan di china. di negeri bambu kuning itu, pak masfuk menemukan banyak kemajuan yang menurutnya patut ditiru oleh rakyat di kabupaten yang dipimpinnya. mungkin pak masfuk ingat wasiat nabi muhammad saw untuk selalu belajar dari orang china.

pak masfuk adalah personifikasi tesis para internasionalis yang melihat china sebagai aktor global dan regional yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi di kawasan, termasuk indonesia. apalagi dengan kecenderungan implementasi china-asean free trade area. produk-produk china akan membanjiri pasar domestik kita. indonesia hanya mampu mengimbangi raksasa kuning itu, kalau paham salah satu kekuatannya. bahasanya !.

tak ada bahasa di dunia tanpa filosofi kehidupan. demikian halnya dengan bahasa mandarin. piranti bahasa menjadi kunci memahami kemajuan sebuah entitas. inggris, spanyol dan roma telah membuktikannya. kini dengan mandatory class untuk bahasa mandarin di lamongan, setidak-tidaknya mereka tahu ketika berhubungan dengan para pedagang atau pengusaha china. mereka mungkin tidak mempelajari bahasa mandarin untuk menaklukkan china. melainkan mengambil dan menyerap kedigdayaan pengetahuan negeri china.

saya sendiri telah menyaksikan kedigdayaan itu. berinteraksi dan bersiasat dengan mereka pada level bidang yang saya geluti. tak ada kata yang cocok untuk menggambarkan betapa sophisticated-nya mereka mengelola soft-power dan sekaligus hard-power mereka.

pelajaran baik dari mereka harus bisa kita petik. dan itu hanya bisa dilakukan kalau kita paham dengan cara apa mereka berkomunikasi. lamongan telah memulainya. semoga propinsi dan kabupaten lain dapat meneladaninya. itu jauh lebih baik daripada terus menerus mengeluhkan betapa digdayanya mereka. atau betapa licinnya para pedagang china.

Penulis :
Emte

Huruf Han

Posted: Mei 22, 2010 in Bahasa Mandarin

Seperti yang kita ketahui, Bahasa Mandarin pada beberapa tahun terakhir ini menjadi bahasa yang diminati banyak orang untuk dipelajari. Namun kesulitan mereka acapkali terletak pada hurufnya yang luar biasa susah untuk dihafal, ada yang bilang, seperti gambar, seperti jahe, seperti cacing, dll.

Sebenarnya mengenal huruf Han (Hanzi, atau yang biasa dalam Bahasa Jepang disebut Kanji), tidak harus plek hafal mati. Para pakar di Tiongkok sendiri sudah melakukan banyak penelitian, mencari pola yang bisa membantu para pembelajar Bahasa Mandarin lebih cepat menguasai Hanzi ini. Salah satunya adalah dengan mempelajari atau mengetahui asal mula bentuk huruf tersebut.

Di sini saya akan coba mengambil beberapa contoh yang menarik, yang bisa membantu kita mengingat Hanzi.

MANUSIA; ORANG – REN. Pada awalnya manusia berdiri di atas kedua kakinya, dan menyadari dirinya sebagai manusia, dan saat dia merentangkan kedua tangannya, dia mengatakan BESAR – DA. Namun, di atas orang (ren), meskipun dia besar (da), tetap ada yang lebih besar lagi, yaitu LANGIT; SURGA – TIAN. TIAN selain berarti langit, surga, juga berarti hari. Ketika pagi hari kita memandang langit (tian), kita bisa melihat keindahan cahaya dan merasakan kehangatan mentari, MATAHARI – RI, dan saat malam tiba, kita bisa melihat BULAN – YUE, dan menikmati sinar keperakan yang memancar ke bumi. Orang jaman dahulu, berpikir kalau bulan dan matahari keduanya memancarkan sinar, dan mereka menyatukan kedua huruf tersebut, RI dan YUE — menjadi huruf MING, untuk mengutarakan, tidak ada sinar yang lebih terang daripada sinar dari kedua benda langit ini, dan akhirnya huruf tersebut diartikan sebagai BRILIAN, TERANG, JELAS…. dst.

Dari sepenggal “karangan” cerita di atas, kita sudah belajar 6 buah Huruf Han. Belajar huruf sekaligus mengetahui asal mula huruf tersebut, menarik bukan? (Ilustrasinya bisa dilihat di atas)

Tapi semua hal ini tentunya tidak terlepas dari peranan pembelajar tersebut, mereka dituntut untuk membaca banyak referensi, dan “mungkin” lebih kreatif dalam “membuat cerita”, karena itu yang membantu kita lebih cepat menguasai Hanzi. Atau, mungkin ada yang lebih cepat lagi, para pengajar Bahasa Mandarin, diharapkan meningkatkan pengetahuannya di bidang ini, sehingga saat mengajar, bisa menerapkan cara ini untuk membantu anak didiknya menguasai lebih cepat huruf-huruf Han tersebut.

Penulis :
Lenny