Archive for the ‘Bahasa Inggris’ Category

Di dalam tatanan semua bahasa di dunia ada yang disebut dengan bahasa colloquial. Dia adalah media komunikasi lisan yang amat informal sehingga tidak pernah digunakan dalam bahasa tulisan apalagi yang sangat formal sifatnya. Kendatipun dia menyandang predikat ‘bahasa pasar’, colloquialism ini sangat akrab dipakai sebagai bahasa lisan oleh masyarakat penggunanya, baik oleh golongan intelek maupun golongan non intelek. Fenomena ini berlaku pula dalam bahasa Indonesia sebagaimana contoh dalam judul tulisan ini yaitu ‘gitu aja kok repot’.

Catchword yang dipopulerkan oleh Gus Dur ini mempunyai padanan dalam bahasa Inggris yaitu What a big deal ! atau kadang-kadang diucapkan A big deal ! dan menyiratkan sindiran (irony) sekaligus cibiran terhadap pernyataan-pernyataan atau kejadian yang dibesar-besarkan. Karena tutur bahasanya yang humoris, mereka yang terkena sentilan tidak akan tersinggung atau merasa dipermalukan. Ada lagi ungkapan ‘masih untung dia tidak ditabrak mobil’ yang ternyata ada pula padanannya dalam bahasa Inggris meskipun dengan ‘gaya bahasa’ sedikit berbeda yaitu It could’ve been worse if he was hit by a car.

Orang Indonesia suka sekali menggunakan kata penghantar pokoknya. Misalnya dalam ungkapan ’pokoknya saya nggak mau ketemu dengan dia’. Apakah ada padanannya ‘pokoknya’ ini dalam bahasa Inggris ? Ternyata ada, yaitu I don’t want to meet him at any rate. Ini sebenarnya menunjukkan bahwa sebagai manusia di muka bumi kita mempunyai kesamaan berpikir, sekalipun berada dalam budaya atau kultur yang berbeda-beda. Ada lagi ungkapan yang cukup populer dalam wacana kita yaitu ‘tidak usah’. Dalam ungkapan ‘Kamu tidak usah membayar buku ini’ kita bisa mengatakan You need not pay for the book. Harap dibedakan need sebagai auxiliary verb ini dengan need sebagai regular verb. Sebagai regular verb kita akan mengatakan don’t need dan maknanya berbeda yaitu ‘tidak membutuhkan’.

Ada pula ungkapan ‘Dia boleh jadi sudah tahu’ yang dipadani dengan He might have known it, lalu ada pula ‘Apa boleh buat’ yang kurang lebih bisa dipadani dengan What can I do?. Sewaktu saya bertugas belajar di Amerika Serikat, saya pernah ditanyai oleh salah seorang pembimbing disana, mata pelajaran apa yang ingin saya ambil terlebih dahulu. Saya ingin mengatakan terserah lalu saya katakan It’s up to you ! Ternyata ungkapan itu ‘keliru’ karena si pembimbing ini langsung menukas : No, it’s not up to me! dan belakangan saya baru mendusin bahwa padanan yang lebih pas adalah Whatever !

Bagaimana mengungkapkan bahasa gaul Emangnya gua pikirin dalam bahasa Inggris ? Kita cukup mengatakan dengan Who cares ! Selanjutnya apa kira-kira padanan dari ungkapan Masa bodoh ! Yah, kita bisa mengatakan I couldn’t care less ! Dan satu lagi ungkapan yang mempunyai struktur yang mirip yaitu Setuju sekali yang dapat diekspresikan dengan I couldn’t agree with you more ! Dan satu lagi bahasa colloquial yang cukup sering kita ucapkan yaitu ’jangan jangan’. Kita boleh mengatakan I am afraid he already knew about it untuk ungkapan ‘Jangan-jangan dia sudah tahu soal itu’

Selanjutnya ada ungkapan to no avail (percuma), at all (sama sekali), under no circumstances (jangan sekali-kali) seperti pada kalimat :

She asked him to no avail – Dia percuma saja menanyai dia.
I don’t like her at all – Saya sama sekali tidak suka padanya.
Under no circumstances should you open the door – Jangan sekali-kali membuka pintu.

Dan terakhir kita berbicara tentang ‘ada’ dan ‘hilang’ pada ungkapan dibawah ini :

Ada pak Budi ? – Is Mr Budi around ?
Oh, bapak tidak ada – Oh, he is not available
Noda tinta itu tidak mau hilang – The ink stain won’t come out.

Penulis :
Gustaf Kusno

Dalam pertandingan sepak bola, tidak seorangpun pemain yang diperbolehkan menyentuh bola dengan tangannya, kecuali para penjaga gawang. Jika seorang pemain menyentuh bola dengan tangannya, sengaja atau tidak, dia akan mendapat hukuman karena telah melakukan ‘hand ball’.

Bahasa Inggris mempunyai ungkapan-ungkapan yang menggunakan ‘hand’

at second hand = secara tidak langsung. I heard the story at second hand. (Saya mendengar cerita itu secara tidak langsung.)

bear a hand = menolong/membantu. I will get him to bear a hand. (Saya akan menyuruhnya untuk membantu.)

by hand = dengan tangan. They did everything by hand. (Mereka mengerjakan segala sesuatunya dengan tangan.)

from hand to mouth = apa adanya. Many poor people are forced to live from hand to mouth. (Banyak orang miskin yang terpaksa hidup apa adanya.)

give a hand = menolong/membantu. I promise to give you a hand. (Saya berjanji akan membantumu.)

hand and foot = dengan rajin/giat. He works hand and foot to get more money. (Dia bekerja dengan giat untuk mendapatkan uang lebih banyak.)

hand and glove = teman akrab. He is hand and glove with me. (Dia berteman akrab dengan saya.)

hand in = menyerahkan/mengumpulkan. If you have finished doing your test, please hand in the sheet right away. (Jika kalian sudah selesai mengerjakan ujian kalian silahkan kumpulkan kertas ujiannya segera.)

hand in hand = bergandengan tangan. I saw your husband walk hand in hand with another woman yesterday. (Saya melihat suamimu jalan bergandengan tangan dengan wanita lain kemarin.)

hand on = mewariskan. He handed on the family tradition to his son. (Dia mewariskan kebiasaan keluarga itu pada putranya.)

hand out = membagikan. He handed out sweets to his friends. (Dia membagikan permen kepada teman-temannya.)

hand over = menyerahkan. They handed the thief over to the police. (Mereka menyerahkan pencuri itu kepada polisi.)

hands off = jangan menyentuh. Hands off this painting because it is still wet. (Jangan menyentuh lukisan itu karena masih basah.)

hands up = angkat tangan. “Hands up!” shouted the bank robbers. (“Angkat tangan!” teriak para perampok bank itu.)

join hand = bergandengan tangan. They joined hand and sang a song. (Mereka bergandengan tangan dan menyanyikan sebuah lagu.)

on the other hand = di lain pihak. He is rather stupid but on the other hand he is dilligent. (Dia agak bodoh tetapi di lain pihak dia rajin.)

take in hand = mengurus, mendisiplinkan. They must be taken in hand. (Mereka harus didiplinkan.)

wash o’s hand of = melepaskan tanggung jawab. I have washed my hands of his behaviour. (Saya telah melepaskan tanggung jawab terhadap tingkah lakunya.)

Penulis :
David Solafide

Tulisan ini dibuka dengan pertanyaan ada berapa lubang yang ada pada tubuh kita ? Ada yang menjawab delapan, ada pula yang mengatakan sembilan. Supaya tidak bias jender pertanyaannya diulang kembali yaitu ada berapa lubang pada tubuh kita yang terletak di atas pusar ? Jawabannya mungkin akan sama yaitu enam lubang terdiri dari dua lubang mata, dua lubang telinga, satu lubang hidung dan satu lubang mulut. Tentu dalam hal ini kita tidak memperhitungkan lubang pori-pori kulit, lubang kelenjar liur dan kelenjar-kelenjar lainnya yang jumlahnya bisa mencapai jutaan. Pusar juga tidak masuk dalam hitungan karena sesungguhnya dia bukan ‘lubang’.

Secara fisiologis baik dari lubang mata, lubang hidung dan lubang telinga akan dikeluarkan ’cairan pelumas’ yang berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh ini dari kekeringan dan dari serangan kuman yang mungkin masuk ke dalam lubang tersebut. Cairan ini memang secara fisiologis pula akan disalurkan ke rongga mulut agar tidak terjadi ’penumpukan’. Namun tetap saja ada sebagian kecil dari cairan ini yang tertinggal mengendap dan mengeras baik pada lubang hidung, telinga maupun mata. Di dalam bahasa sehari-hari kita, mereka disebutnya ’tahi mata, tahi telinga dan tahi hidung’.

Tahi mata dalam bahasa awam Inggris disebut dengan sleep gunk atau kadang-kadang diberi nama kiasan morning glory. Mengapa timbul sleep gunk di sudut mata kita pada waktu kita bangun tidur ? Ini disebabkan karena pada waktu kita tidur, kita tidak mengedipkan mata. Kelenjar di mata mengeluarkan sejenis ’oli’ untuk melumaskan kornea dan membilas kuman-kuman dan pada saat kita berkedip maka ’oli’ itu akan di drain (disalurkan) melalui rongga hidung. Namun karena pada saat tidur kita tidak berkedip, maka oli ini akan terakumulasi, mengering dan akhirnya keluar sebagai gunk pada pagi hari. Lubang pada mata disebut sebagai eye socket dan mata merah yang biasanya timbul kalau kita sudah mengantuk berat atau karena kecapekan dinamakan bloodshot.

Tahi hidung atau ’upil’ dalam bahasa awam Inggris disebut dengan boogers (American English) atau bogeys (British English). Ini juga terbentuk dari cairan hidung yang mengering dan pekerjaan membersihkan boogers ini (’mengupil’) dinamakan nose-picking. Bilamana produksi cairan hidung berlebihan maka dia akan dinamakan snot (ingus) dan pekerjaan membuang ingus ini disebut dengan blow one’s nose. Dua pekerjaan ini secara sosial dianggap kurang sopan bila dilakukan di depan umum. Kalau kita sedang pilek, maka hidung kita akan mengeluarkan snot dalam jumlah banyak dan tidak jarang mengalir keluar dari lubang hidung dan kita menyebutkannya dengan runny nose. Dari lubang hidung karena kondisi tertentu dapat keluar darah segar yang dinamakan nosebleed (mimisan). Lubang hidung mempunyai nama yang unik yaitu nostril.

Tahi kuping dalam bahasa Inggris dinamakan earwax atau wax saja dan mempunyai nama medis cerumen. Untuk membersihkannya kita akan menggunakan cotton buds atau cotton swab. Bagian bawah dari daun telinga yang lentur dan berbentuk bulat dinamakan earlobe (cuping telinga) dan pada earlobe inilah paling sering dilakukan ear piercing (tindik telinga) untuk memasang earring (anting-anting). Namun dengan alasan budaya atau gaya hidup, piercing ini juga sering dilakukan pada cuping hidung, alis mata, lidah, bibir, pusar bahkan di daerah genital. Kalau kuping kita merah karena jadi bahan pergunjingan orang maka disebutnya dengan my ears are burning. Lubang pada telinga dinamakan earhole di dalam mana terdapat eardrum (gendang telinga).

Lubang yang berikutnya adalah mouth (mulut) dimana di dalamnya terdapat gigi geligi, lidah, langit-langit (palate) dan kelenjar liur. Bilamana liur yang diproduksi berlebihan dan mengalir keluar dari mulut kita menamakannya dengan drooling (’ngiler’) seperti yang sering terjadi pada bayi yang sedang teething (baru mulai tumbuh gigi susunya).

Drooling sering juga dinamakan dengan dribbling, driveling atau slobbering. Namun orang dewasa juga bisa ’ngiler’ kalau melihat atau membau makanan yang lezat dan ini dinamakan mouth-watering. Ada suatu ungkapan (idiom) yaitu to badmouth yang bermakna ’menista’ atau ’mengata-atai seseorang yang timbul dari hati yang busuk’. Pada gigi-geligi juga bisa timbul lubang yang kita namakan cavity dan kalau kita kurang rajin menyikat gigi akan timbul ’karang gigi’ yang dinamakan tartar. Pekerjaan membersihkan tartar yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi disebut dengan scaling. Untuk menghilangkan bau kurang sedap di dalam mulut kita sering memakai ’obat kumur’ yang disebut dengan mouthwash.

Dan yang terakhir ada satu lagi ungkapan khas Indonesia yaitu ’tahi lalat’ yang dalam bahasa Inggris dinamakan dengan mole. Kata mole juga dipakai untuk menamai sejenis hewan mengerat yang suka membuat rumahnya dengan menggali tanah atau secara kiasan merujuk kepada orang yang melakukan kegiatan mata-mata.

Penulis :
Gustaf Kusno

Di tulisan sebelumnya, saya menjelaskan perihal kamus dwibahasa sebagai langkah awal bagi seorang pemelajar pemula bahasa Inggris. Sekarang, saya akan menjelaskan perihal kamus pemelajar. Kamus pemelajar adalah keniscayaan bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya ke tingkat yang lebih mahir.

Mengapa Harus Kamus Pemelajar Lanjutan (Advanced Learner’s Dictionary)?
Contoh kamus standar dan kamus pemelajar.

Di antara sekian banyak kamus yang tersedia, jenis kamus manakah yang layak kita beli sebagai investasi ilmu? Beberapa orang yang memang sangat ahli berbahasa Inggris mungkin lebih menyukai kamus standar. Tetapi, sebagai seorang pemelajar, sampai hari ini saya masih memakai kamus pemelajar lanjutan (advanced learner’s dictionary). Apa maksudnya advanced learner’s dictionary? Wikipedia mencatat, kamus pemelajar adalah “a dictionary written for non-native speakers. It differs from a standard dictionary written for native speakers or linguistic scholars”. Singkatnya, kamus pemelajar didesain secara khusus untuk mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.

Salah satu perbedaan paling mencolok antara kamus pemelajar dan kamus standar adalah penggunaan kosakata untuk mendefinisikan suatu lema. Kamus pemelajar sedapat mungkin memakai kata-kata mudah dan sederhana. Sebagai contoh, saya memiliki dua kamus ekabahasa: (1) The Merriam-Webster Dictionary dan (2) Oxford Advanced Learner’s Dictionary (7th edition). Yang pertama adalah kamus standar dan yang kedua adalah kamus pemelajar.

Kata “sumptuous” (adj.), misalnya. Definisi dalam kamus:

* (1) = “lavish, luxurious”
* (2) = “very expensive and looking very impressive”

Contoh lain, kata “gargantuan” (adj.). Definisi dalam kamus:

* (1) = “tremendous in size, volume, or degree”
* (2) = “extremely large”

Tampak jelas bahwa kosakata dalam kamus (2) tidak sesukar dalam kamus (1). Sebaliknya, pemelajar yang belum mengenal kata “lavish” dan “tremendous” terpaksa membolak-balik halaman kamus (1) sebelum menemukan arti kata “sumptuous” dan “gargantuan”. Jelas, inefisiensi semacam ini menyulitkan pemelajar.

Baiklah. Sekarang, kamus pemelajar apa saja yang tersedia? Beberapa dari antara mereka adalah sebagai berikut [daftar diurutkan secara alfabetis, ilustrasi ditampilkan menurut edisi terbaru].

1. Cambridge Advanced Learner’s Dictionary (edisi ke-3, 2008) terbitan Cambridge University Press
2. Collins COBUILD Advanced Dictionary (edisi ke-6, 2009) terbitan HarperCollins
3. Longman Dictionary of Contemporary English (edisi ke-5, 2009) terbitan Longman
4. Macmillan English Dictionary for Advanced Learners (edisi ke-2, 2007) terbitan Macmillan
5. Merriam-Webster’s Advanced Learner’s English Dictionary (edisi ke-1, 2008) terbitan Merriam-Webster
6. Oxford Advanced Learner’s Dictionary (edisi ke-8, 2010) terbitan Oxford University Press

Saya memang tidak bisa membandingkan keenam kamus di atas secara komprehensif, karena cuma kamus nomor 6 yang saya miliki. Maka, jika ada Kompasianer yang mempunyai salah satu dari enam kamus di atas, atau bahkan kamus ekabahasa lain, sangat diharapkan menceritakan fitur-fitur unggulan kamus yang dimiliki.

Saya baru menemukan beberapa tinjauan banding (comparative review) yang tampaknya cukup andal. Salah satunya berjudul “Comparative Review of Dictionaries for English Learners” oleh Tomasz P. Szynalski (tanggal posting tidak diketahui, tetapi kemungkinan pada tahun 2009). Dalam tinjauan terhadap 5 jenis kamus yang berbeda (dengan salah satu kamus hanya berbeda edisi), si peneliti menyimpulkan bahwa untuk pemelajar British English, kamus yang terbaik hingga yang terburuk adalah Longman, Collins (edisi ke-5)/Oxford, Cambridge, dan Collins (edisi ke-6). Sementara itu, kamus untuk American English yang terbaik hingga yang terburuk adalah Longman, Oxford, Cambridge/Collins (edisi ke-5), dan Collins (edisi ke-6). Meski demikian, tentu saja ulasan ini hanyalah salah satu dari beberapa tinjauan yang bisa dipakai.

Dua tinjauan banding pada tahun-tahun sebelumnya masing-masing berjudul (1) “Review of Five English Learner’s Dictionaries on CD-ROM” (Alfonso Rizo-Rodríguez, 2008) dan (2) “Advanced Learner’s Dictionaries Comparative Review” (Alex Case, 2003). Tinjauan (1) lebih menitikberatkan pada versi piranti lunak (software CD) yang diterbitkan bersama-sama dengan versi cetaknya. Tinjauan ini tampak sangat ilmiah. Sementara itu, tinjauan (2) bersifat lebih ringan dan terbatas pada MacMillan dan Cambridge. Namun, karena tinjauan itu dilakukan pada tahun 2003, sedangkan kedua kamus itu sudah mengeluarkan edisi yang lebih baru, kita tidak bisa menerima mentah-mentah tinjauan ini.

Penulis :
Hireka Eric

Banyak kamus bahasa Inggris dijual di toko-toko buku, mulai dari yang sekelas lapak di Pasar Senen hingga Gramedia dan Periplus. Namun, manakah kamus bahasa Inggris yang terbaik untuk Kompasianer sekalian? Jawaban atas pertanyaan ini tentu sangat bervariasi, tergantung dari usia dan kompetensi bahasa Inggris si pemelajar hingga bidang keilmuan yang diminati. Maka, opini dan pengalaman saya berikut ini sekadar satu dari sekian banyak preferensi.

Pemelajar pemula bahasa Inggris cenderung memilih kamus dwibahasa sebagai langkah awal. Nah, di Indonesia umumnya kita mengunggulkan kamus “klasik” dwibahasa Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris susunan Echols-Shadily, terbitan Gramedia Pustaka Utama. Kamus ini biasa juga lazim disebut “kamus pelangi” di kalangan penjual buku bekas eks-Kwitang. Sayangnya, kamus yang telah berkali-kali dicetak ulang oleh penerbit GPU ini tampaknya harus segera direvisi. Salah satu kritik terbaru, misalnya, dilancarkan Kasijanto Sastrodinomo di harian Kompas, 19 Februari lalu. Saya sendiri menilai banyak sekali definisi dan contoh kalimat yang dipaparkan dalam kamus ini memakai kosakata arkais (outdated). Bahkan, ada satu grup Facebook bernama “Kamus Echols and Shadily – A Magical Mystery Tour of Weird Words” yang menganggap kamus ini sebagai “a freaky selection of useless and bizarre vocabulary“.

Selain kamus Echols-Sadily, saya sempat berpikir tidak ada kamus dwibahasa lain yang cukup “otoritatif” dan layak dijadikan pegangan. Meski begitu, setidaknya sejak 2004 khazanah kamus dwibahasa semakin diperkaya dengan kehadiran sebuah kamus lain. Namanya A Comprehensive Indonesian-English Dictionary karangan Alan M. Stevens dan A.Ed. Schmidgall-Tellings. Di Indonesia kamus ini diterbitkan oleh Mizan dengan nama Kamus Lengkap Inggris-Indonesia. Ulasan yang berhasil saya temukan datang dari Remy Sylado dan Warief Djajanto Basorie. Sejujurnya, saya tidak pernah mengecek isi kamus ini. Akan tetapi, jika kamus ini hanya berisikan terjemahan kosakata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, maka kamus ini justru lebih cocok dipakai orang-orang non-Indonesia yang tertarik belajar bahasa Indonesia!

Saya kira dua kamus di atas baik. Yang jelas-jelas payah adalah kamus-kamus dwibahasa “ecek-ecek” yang memakai embel-embel “Kamus Lengkap 10 juta, 200 juta, 500 juta, 1 milyar, 5 milyar”. Isinya sama sekali tidak komprehensif, kredibilitas penerbitnya pun patut diragukan. Kompasianer, jangan pernah membeli kamus semacam itu! :-))

Ada saatnya ketika kamus dwibahasa pun tidak sanggup mengantarkan kemampuan bahasa Inggris kita ke tingkat yang lebih tinggi. Nah, pada tahap ini seorang pemelajar harus berani beralih ke kamus ekabahasa, kamus Inggris-Inggris. Saya mengambil keputusan itu sewaktu kelas 2 SMP, kalau tidak salah.

Di sini kita berhadapan dengan penerbit-penerbit internasional yang namanya sudah mendunia. Sebut saja Oxford University Press, Cambridge University Press, Chambers, HarperCollins, Longman, Macmillan, Merriam-Webster, Houghton Mifflin (yang menerbitkan The American Heritage Dictionary of the English Language), dan lain-lain.

Nah, tentang kamus ekabahasa ini, akan saya uraikan lebih lanjut pada tulisan berikutnya …. Sekarang, cerita-cerita dong, kamus bahasa Inggris manakah yang telah kamu miliki? Apakah ada keunggulan dan kelemahan dari kamus tersebut?

Penulis:
Hireka Eric

Ada suatu ungkapan untuk menggambarkan suatu berita yang menghebohkan tetapi ternyata setelah dikaji lebih jauh ternyata nilainya kosong melompong alias nol besar. Dalam kiasan bahasa kita disebut ‘pepesan kosong’ dan dalam bahasa Inggris dinamakan weasel words. Weasel adalah sejenis hewan mengerat (rodent) yang mempunyai hobi menikmati telur unggas dengan caranya yang unik. Dibuatnya lubang kecil pada cangkang telur itu kemudian disedotnya isi telur itu sampai bersih. Jadi orang yang melihat sepintas telur itu nampak seperti utuh,padahal sesungguhnya orang itu sudah tertipu. Weasel words adalah strategi yang dipakai para pakar komunikasi untuk memengaruhi orang di bidang politik, periklanan, hukum dan sebagainya.

Di dunia perpolitikan, weasel words ini disebut pula dengan spin. Di dalam bahasa kita ada juga padanannya yaitu ‘pelintiran’. Caranya bisa bermacam-macam antara lain dengan mengambil data yang menguntungkan dirinya saja dan membuang data-data yang dipandang merugikan dirinya. Akibatnya tentu kita akan mendapat gambaran yang bias dan menyesatkan dari pernyataan itu. Cara seperti ini dinamakan cherry picking dan kurang lebih maknanya sama dengan ‘tebang pilih’. Yah, kalau orang memetik buah ceri pastilah akan diambil yang bagus-bagus dan yang segar saja. Sudah sedemikian lazimnya spin ini dipakai dalam bahasa para politisi sehingga mereka diberi nama spin doctor. Mungkin kalau di wacana bahasa kita bisa disebut ‘dukun pelintir’. Predikat spin doctor juga ditempelkan pada para juru bicara pemerintah yang dengan piawai memilah berita yang menguntungkan pemerintah dan ’menyensor’ berita-berita yang mengancam pencitraan.

Contoh dari weasel words misalnya pernyataan Sebagian besar orang menyatakan….. (orang yang mana?), hasil penelitian para pakar meneguhkan bahwa …….. (penelitian dan pakar yang mana?), sudah tidak diragukan bahwa ……. (siapa yang tidak meragukan itu?), kita semua mengakui bahwa ……. (kita semua itu siapa saja?), pengalaman membuktikan bahwa …………..(pengalaman siapa dan kapan dibuktikan?) dan sebagainya. Termasuk di dalam kategori weasel words ini adalah pernyataan anecdotal. Jangan keliru! Pernyataan anekdotal ini tidak merujuk kepada cerita hikayat binatang yang sering bersifat jenaka, namun dia justru berkonokasi sebagai ’pernyataan yang menyesatkan’. Dalam wacana bahasa kita sering diungkapkan dengan pembuka kalimat Kata orang….. Kata orang ramuan daun ini dapat menyembuhkan penyakit kanker atau Kata pakar kedokteran gelombang elektromagnetis dari HP dapat menyebabkan kanker otak. Karena dimulai dengan ’kata orang’ tentu pendengarnya tidak bisa mengecek atau memverifikasi siapa orang yang dimaksud dan seberapa sahih penelitiannya. Kita memang cenderung menerima bulat-bulat pernyataan anekdotal ini sekalipun seringkali kita menyadari ada sesuatu yang bias disitu.

Cara lain dari weaseling misalnya dengan membuat generalisasi ( Kakek saya perokok berat tapi beliau meninggal pada usia 92 tahun ) atau menggunakan kalimat pasif ( Yah memang telah terjadi penyimpangan…… , siapa yang melakukan penyimpangan ini sengaja ditutupi) atau taktik non-denial denial. Ini adalah taktik menyanggah suatu pernyataan dengan cara membuat pernyataan yang mengambang. Istilah ini diciptakan pada saat meledaknya kasus Watergate dimana para pejabat harus menyanggah tudingan skandal Watergate dengan cara yang tidak menjadi bumerang kepada dirinya di belakang hari. Ungkapan itu antara lain misalnya : Ini pertanyaan yang menggelikan…, atau terhadap isu korupsi ada pernyataan Satu senpun saya tidak menerima uang dari bapak A (pernyataan ini ’benar’ karena dia tidak menerima uang tapi menerima hadiah rumah misalnya). Atau pernyataan ’beken’ dari presiden Bill Clinton pada saat skandal Monica Lewinski meledak yaitu Saya tidak melakukan hubungan seks dengan dia (memang benar, karena dia ’cuma’ melakukan oral sex).

Penulis :
Gustaf Kusno

Beberapa kata dalam bahasa Inggris membingungkan. Salah satu kata tersebut adalah ‘married’. Untuk melengkapi Bahasa Inggris itu Gampang, kita membahas kata ‘married’ yang sering ditanyakan oleh pembelajar bahasa Inggris.

Kata marry sebagai kt. kerja (verb) berarti menikah dengan.

I want to marry you. (Saya ingin menikah dengan kamu.)

Bentuk past tense (lampau) marry adalah married.

Winda married a football journalist. (Winda menikah dengan seorang wartawan sepak bola.)

Kata ‘marry’ juga bisa diikuti kt. depan (preposition) to.

She finally married the old rich man. (Dia akhirnya menikahi pria tua yang kaya itu.)

She finally married to the old rich man. (Dia akhirnya menikah dengan pria tua yang kaya itu.)

Kata ‘married’ sebagai kt. sifat (adjective) berarti menikah = bukan janda, duda, atau bujangan.

She is married. (Dia menikah = Dia mempunyai suami.)

She is a married woman. (Dia wanita yang menikah.)

Do you want to marry a married man? What a stupid girl you are. (Kamu ingin menikah dengan seorang pria yang menikah? Goblok lu.)

Ungkapan get married menunjuk kepada ‘proses’.

We got married seven years ago. (Kami menikah tujuh tahun yang lalu.)

We have been married for seven years. (Kami sudah menikah selama tujuh tahun.)

tetapi kita tidak mengatakan: We have gotten married for seven years.

She will get married after she finishes her study. (Dia akan menikah setelah dia menyelesaikan kuliahnya.)

She is getting married next week. (Dia akan menikah minggu depan.)

Penulis :
David Solafide

Kata ‘like’ merupakan salah satu kata yang mempunyai berbagai variasi. Dan, kata ini juga sering ‘disalah-gunakan’ oleh pembelajar bahasa Inggris (khususnya pemula). Untuk sedikit menambah wawasan, kita membahas kata ini walaupun serba sedikit. Postingan ini masih berhubungan dengan Bahasa Inggris itu Gampang.

like + noun = suka, menyukai

Empuss and Princess like cats. (Empuss dan Princess suka kucing.)

I like the way you talk. (Saya suka caramu berbicara.)

They like my paintings. (Mereka menyukai lukisan saya.)

like + gerund (verb-ing) = menyukai, menikmati, senang

I very much like swimming in the sea. (Saya sangat suka berenang di laut.)

Izzah and Ambar like eating bananas. (Izzah dan Ambar suka makan pisang.)

I like watching football games on TV. (Saya senang nonton pertandingan sepak bola di TV.)

like sering mempunyai makna want (ingin, mau) khususnya dalam ungkapan: if you like, when you like, what you like.

Come when you like. (Datanglah kapanpun kamu mau.)

A: “Can I go now?” (Bolehkah saya pergi sekarang?)

B: If you like. (Kalau kamu mau.)

I know what you like. (Aku tahu yang kamu mau.)

like sebagai preposition (kata depan) artinya adalah ‘seperti’

I’m very like my brother. (Saya sangat mirip kakak saya.)

They are like idiots. (Mereka seperti orang-orang dungu.)

like sering digunakan sebagai conjunction (kata penghubung) dan karena itu diikuti oleh Subject + verb. (clause)

Nobody loves you like I do, baby. (Tak seorangpun mencintai dirimu seperti aku, sayang.) Yang sedang kasmaran, silahkan mengcopy kalimat ini. Hoahoahoahoa.

She sat there eating cream cakes like there was no tomorrow. (Dia duduk di sana makan kue krim seperti (seolah-olah) tidak ada lagi hari esok.) Rakuz buangetz.

Penggunaan ini ‘tidak dibenarkan’ dalam formal American dan British English.

Jadi,

Empuss and Princess like cats tidak sama maknanya dengan Empuss and Princess are like cats.

Tentang would like and the like akan dibahas kapan-kapan.
Semoga bermanfaat.

Penulis :
David Solafide

Febbie Gets Angry When

Posted: Mei 27, 2010 in Bahasa Inggris

someone puts a link on her profile. Dan, saya bisa mengerti mengapa Febbie menjadi marah ketika seseorang meletakkan sebuah link di profil atau lapak postingannya. Febbie sedang membahas tentang perlakuan ‘kejam’ pria terhadap wanita, dan tiba-tiba saja seseorang menuliskan, “kunjungi, beri komentar, dan beri nilai postingan ini blablabla.” Menjengkelkan, memang.

Febbie gets angry when someone puts a link on her profile without saying anything. Tetapi, postingan ini tidak membicarakan Febbie yang marah, murka, dan agak sedikit kalap. Toh, dia sudah bisa cooling down, dan sudah memposting artikel-artikel lainnya. Creative, imaginative, and energetic Febbie.

Postingan ini – untuk melengkapi Bahasa Inggris itu Gampang – membahas kata kerja ‘get‘.

Dalam bahasa Inggris, kata kerja (verb) ‘get’ memiliki makna yang berbeda-beda manakala digabung dengan kata lain.

get + noun = mendapat, memperoleh, mengambil

He gets a lot of money by selling antique cars. (Dia memperoleh banyak uang dengan cara menjual mobil-mobil antik.)

He got good mark because he studied hard. (Dia mendapat nilai bagus karena dia belajar sungguh-sungguh.)

I have gotten a lot of good friends here in Kompasiana. (Saya telah mendapat banyak teman baik di Kompasiana.)

get + adjective = menjadi

Febbie gets angry. (Febbie menjadi marah.)

You’re getting old. (Kamu menjadi tua = menua.)

I got tired after a long trip last week. (Saya menjadi lelah setelah perjalanan panjang minggu lalu.)

get + people (occupation) = memanggil

Get the doctor, quickly. (Cepat panggilkan dokter.)

Get the police. (Panggilkan polisi.)

Ini yang lainnya:

get to the office = tiba di kantor

get down = turun

get up = bangun

get out = keluar

get in touch = berkomunikasi, berhubungan

get well = sembuh dari sakit

get back = kembali

get to know = mengetahui (menjadi tahu)

get the book = mengambil buku

gethuk dan gething (yang ini bukan bahasa Inggris lho.)

Inilah serba sedikit tentang kata kerja ‘get’, masih ada penggunaan lain untuk kata kerja tersebut. Semoga bermanfaat.

Penulis :
David Solafide

Saya tertarik pada topic-topik yang menarik. Beberapa kata sifat dalam bahasa Inggris menggunakan akhiran –ed atau –ing. Kata-kata sifat dengan akhiran –ed mengandung makna di atau ter. Interested, misalnya, berarti ditarik atau tertarik. Sedangkan kata-kata sifat yang berakhiran –ing mengandung arti me. Jadi, interesting berarti menarik.

Berikut ini adalah beberapa kata sifat dengan akhiran –ed dan –ing.

amazed = kagum, takjub

amazing = mengagumkan, menakjubkan

amused = terhibur

amusing = menghibur

annoyed = jengkel

annoying = menjengkelkan

astonished = takjub, kagum

astonishing = menakjubkan, mengagumkan

bored = jemu, bosan

boring = menjemukan, membosankan

disappointed = kecewa

disappointing = mengecewakan

disgusted = jijik

disgusting = menjijikan

embarrassed = malu

embarrassing = memalukan

excited = bergairah, bersemangat

exciting = menggairahkan

exhausted = lelah, kehabisan tenaga

exhausting = melelahkan, menghabiskan tenaga

horrified = ketakutan, merasa seram

horrifying = menakutkan, menyeramkan

interested = tertarik

interesting = menarik

satisfied = puas

satisfying = memuaskan

terrified = merasa ngeri, ketakutan

terrifying = mengerikan, menakutkan

tired = lelah

tiring = melelahkan

Coba kalimat-kalimat berikut di-Inggriskan.

1. Dia adalah cewek yang menarik, aku tertarik padanya.

2. Belajar bahasa Inggris terlalu serius sangat membosankan.

3. Aku jengkel. Peri lakunya sangat menjengkelkan.

4. Perjalanan kami ke Jogja bulan lalu sangat menggairahkan.

5. Aku tidak puas dengan kemampuanku bicara bahasa Inggris.

6. Tugas seorang ibu rumah tangga sangat melelahkan.

7. Dia adalah seorang wanita yang mengagumkan.

8. Dia mendapat gaji yang memuaskan. Dia sangat puas.

9. Ini adalah berita yang mengerikan: Susno Duaji ditangkap.

10. Ketika aku mengucapkan kata-kata yang memalukan itu, aku sangat malu.

Penulis :
David Solafide